Mengingat Masa Lalu

Keluaran 16:31-35

Belum ada komentar 36 Views

“Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir.” (Kel. 16:32)

Ayah meninggal ketika saya berumur 8 tahun karena kecelakaan. Sedih mengingat kejadian itu. Namun, ada rasa gembira mengingat kenangan manis bersamanya. Saat saya sakit, ia selalu membelikan jeruk sunkist dan apel merah. Buah itu masih sangat langka di daerah saya tahun 70-an. Saya bisa segera sembuh, jika sudah dibawakan buah itu oleh ayah. Saya bersyukur, Tuhan memberi kenangan masa lalu yang indah bersamanya.

Bangsa Israel juga mempunyai kenangan masa lalu. Kenangan yang menggugah ingatan mereka tentang penyertaan Tuhan. Simbol kenangan mereka adalah segomer manna yang disimpan dalam buli-buli. Roti itu harus disimpan supaya generasi-generasi yang akan datang mengetahui bahwa Tuhan memberinya dengan setia. Hal itu menjadi ingatan bahwa umat Israel aman di padang gurun karena pemeliharaan Allah. Allah memberi tanda yang manis, yaitu manna; bukan yang pahit, yaitu penderitaan atau penindasan. Hal ini bertujuan agar mereka selalu bersyukur kepada Allah, mengingat berkat- berkat-Nya dan tindakan-Nya yang menyelamatkan sehingga iman mereka tetap teguh.

Mengenang atau mengingat masa lalu, tujuannya bukan untuk membenci. Bukan juga untuk membalas dendam. Tujuannya agar kita selalu bersyukur kepada Allah yang memelihara dan memberi berkat-berkat-Nya pada masa lalu. Mengenang masa lalu dengan cara atau tujuan seperti ini akan menguatkan iman dan kasih kita kepada Allah. Kita pun akan selalu merasa sukacita. [Pdt. Norita Yudiet Tompah]

REFLEKSI:
Mengingat berkat-berkat Allah di masa lalu akan membuat kita selalu bersyukur dan bersukacita menjalani hidup.

Ayat Pendukung: Mzm. 119:97-104; Kel. 16:31-35; Rm. 16:1-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Mencintai Firman Tuhan
    Mazmur 119:41-48
    Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu. (Mzm.119:47) Lagu lama dari Titiek Puspa ini tak asing bagi kebanyakan...
  • Bukan Iman Yang Kosong
    Yakobus 2:14-26
    Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? (Yak. 2:20) Bob...
  • Kasih Itu Tidak Cari Muka
    Yakobus 2:8-13
    Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran. (Yak....
  • Kasih Menerangi Segala Hukum
    Matius 22:34-46
    “Pada kedua hukum inilah bergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat. 22:40) Hukum adalah perangkat yang mengikat...
  • Bukan Perkataan Hampa
    Ulangan 32:44-47
    “Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu, dan dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah,...
Kegiatan