Mengikut Tuhan

Mengikut Tuhan

1 Komentar 54 Views

Bila kita menyaksikan kebaktian – kebaktian di televisi yang diselenggarakan di gedung gereja yang amat besar, bahkan di stadion, serta dihadiri oleh ribuan orang, terbesit hati kita, karena mengidamkan hal yang sama di jemaat/gereja kita sendiri. Mengapa? Jawabnya sederhana.Tidakkah ia membesarkan hati? Membuat kita kian yakin akan jati diri kita sebagai jemaat dan umat Tuhan yang berada di jalur yang benar, yang berhasil? Dan tidakkah “menjaring sebanyak mungkin anggota” adalah tugas utama kita, baik sebagai jemaat mau pun sebagai orang percaya?

Pertanyaan mendasarnya adalah apakah itu yang dikehendaki oleh Yesus sendiri? Terhadap dua orang yang atas prakarsanya sendiri menyatakan hendak mengikut Yesus, serta satu orang yang diajak-Nya untuk mengikut-Nya, Yesus amatlah kritis. Ia tidak menghendaki pengikut yang yang berkobar-kobar, namun yang pada situasi sulit dan menghadapi tantangan, luntur semangat dan motivasinya, bahkan undur diri. Ia tidak menghendaki pengikut-pengikut yang setengah-setengah, yang ikut Yesus tetapi menengok ke belakang atau ke samping. Mengikut Yesus, namun sekaligus memerhatikan bahkan mementingkan hal yang lain.

Yesus bukan menghendaki pengikut-pengikut, melainkan murid-murid. Murid-murid yang “tahu” semua risiko yang bisa saja ditanggungnya dalam mengikut Yesus. Murid-murid yang “mengerti” bahwa pada hakikatnya Yesus sedang menuju ke Yerusalem, ke penderitaan-Nya. Murid-murid yang memahami itu semua dan yang kemudian mantap mengabdikan diri mengikut Yesus, ke mana pun Ia menuntun mereka, serta belajar dari-Nya setiap hari.

Teladan Paskah (salib, pengorbanan) mestinya menjadi tolok ukur kita,orang percaya, untuk menguji diri, apakah kita sekadar pengikut atau benar-benar murid-Nya.

 

PWS

1 Comment

  1. monika

    Tuhan memang baik Dia mengirimkan TuhanYesus kedunia ini untuk menghapus dosa dosa manusia yang ada didunia terima kasih Tuhanku. Engkau lah yang terbaik bagi ku

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...