Mengaku Dosa

Daniel 9:1-19

1 Komentar 66 Views

Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku …. (Dan. 9:4)

Setiap hari Minggu, di dalam ibadah, kita mengaku dosa di hadapan Tuhan. Terkadang, pengakuan dosa itu menjadi rutinitas. Kata-kata doa kita aminkan karena telah diucapkan oleh pemimpin doa, atau telah tertulis dalam tata ibadah. Dosa yang diakui pun klise dan dianggap sebagai persoalan orang lain, bukan diri sendiri. Agar pengakuan dosa menjadi efektif, maka diperlukan kesadaran untuk mengakuinya dengan sungguh.

Daniel mengaku dosa kepada Tuhan. Dosa yang dilakukan bukan oleh dirinya sebagai pribadi, namun dosa bangsanya. Dalam pengakuan dosanya, Daniel tidak menganggap diri lebih suci atau benar dari bangsanya, atau dari pendahulunya. Melainkan, ia mengaku dosa sebagai bagian dari bangsa yang tidak taat kepada Tuhan, dan tidak mendengarkan apa yang disampaikan para nabi. Daniel berdoa mengaku dosa bagi bangsanya, sekaligus menempatkan diri sebagai bagian dari bangsa itu. Daniel berbela rasa dan merendahkan diri di hadapan Tuhan.

Menempatkan diri sebagai bagian dari bangsa yang berdosa, membuat kita memiliki empati dan rasa tanggung jawab. Dengan demikian, pengakuan dosa bukan sekadar bagian dalam tata ibadah di hari Minggu, namun menjadi ungkapan kerendahan hati dan komitmen kita kepada Tuhan. Pengakuan dosa pun tidak hanya sebatas di hari Minggu, namun dalam keseharian, kita mengaku dosa kepada Tuhan. [Pdt. Novita Sutanto]

DOA:
Tuhan, kami memohon ampun atas dosa-dosa bangsa dan negara kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 4; Dan. 9:1-19; 1Yoh. 2:18-25
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

1 Comment

  1. Julius Leman Anggota Jemaat GKE Langkai di kota Palangka Raya .

    Syalom . TYM. ibu Pdt. Novita Sutanto. Sangat bagus dan memberikan bimbingan kepada kita sebagai orang atau umat yang percaya bahwa Jesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat kita . Amin.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • LIHATLAH KARYA ALLAH!
    Ayub 39:1–30
    Siapakah yang menyediakan mangsa bagi burung gagak, apabila anak-anaknya berkaok-kaok kepada Allah, berkeliaran karena tidak ada makanan? (Ayb. 39:3)...
  • Menjalani Hidup Dengan Hikmat Allah
    Ayub 37:1-24
    “… setiap orang yang menganggap dirinya mempunyai hikmat, tidak dihiraukan-Nya.” (Ayb. 37:24b) Ada begitu banyak peristiwa di dunia ini...
  • Memuji Allah Dengan Memelihara Ciptaannya
    Mazmur 104:1-9, 24, 35b
    Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. (Mzm. 104:24) Di dalam ilmu teologi,...
  • Mendengarkan Dan Menghidupi Firman
    Lukas 16:19-31
    “Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.” (Luk. 16:29) Daya...
  • Manfaat Hikmat
    Ayub 28:12-29:10
    “… tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.” (Ayb....