Mendewakan Kekuatan Sendiri

Habakuk 1:5-17

Belum ada komentar 76 Views

Maka berlarilah mereka, seperti angin dan bergerak terus; demikianlah mereka bersalah dengan mendewakan kekuatannya. (Hab. 1:11)

 

Berbangga hati dengan apa yang dimiliki tidak dilarang. Tetapi ketika kebanggaan berubah menjadi mendewakan, maka menjadi tidak baik, berbahaya.

 

Bangsa Kasdim terkenal sebagai bangsa yang sangat bangga dengan kekuatannya. Kebanggaan yang telah berubah menjadi kesombongan, sehingga ia merasa tak terkalahkan oleh siapa pun. Saat menyerang bangsa lain, ia layaknya dewa yang kejam, tidak ragu-ragu membinasakan siapa saja yang dipandang musuh. Itu sebabnya, mereka sangat ditakuti bangsa-bangsa lain. Juga bangsa Yehuda menjadi sangat ketakutan ketika bangsa Kasdim datang dan menyerang. Tetapi sesungguhnya, melalui bangsa Kasdim, Tuhan mendidik Yehuda bahwa orang yang mengandalkan dan mendewakan kekuatannya sendiri pasti akan binasa. Orang yang mengandalkan dirinya sendiri akan mendapatkan hukuman Tuhan, oleh karena melupakan Tuhan yang Mahakuasa sumber kekuatan sejati umat manusia. Tuhan tidak ingin Yehuda mengalami hukuman. Karena itu, Tuhan memperingatkan Yehuda melalui nabi Habakuk.

 

Kita, umat Tuhan di masa kini juga memiliki banyak potensi atau sumber kekuatan berupa pengetahuan, kepandaian, uang, harta benda dan sebagainya. Berapa banyak dari kita yang mengandalkan bahkan mendewakannya, menganggapnya sebagai segala-galanya? Bukankah semua itu berasal dari Tuhan Sang Mahapencipta dan Mahakuasa? Mengapa bukan Tuhan yang kita andalkan? (Pdt. Henni Herlina)

 

DOA:

Ajar kami untuk menjadikan Engkau segala-galanya dalam hidup kami. Amin.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kasih Karunia Yang Menobatkan
    Yehezkiel 33:10-16
    Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup,… Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan pada pertobatan...
  • Seruan dan Penyelamatan
    Mazmur 130
    Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan, TUHAN, siapakah yang dapat bertahan? (Mazmur 130:3) Dahulu ada seorang pria yang dikenal...
  • BUKTI IMAN
    Matius 9:27-34
    Yesus pun menyentuh mata mereka sambil berkata, “Jadilah kepadamu seperti yang kamu percayai’.’ (Matius 9:29) Apakah iman membutuhkan bukti?...
  • Diam: Tanda Ketidakpedulian!
    Yesaya 42:14-21
    Banyak yang kaulihat, tetapi tidak kauperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar. (Yesaya 42:20) Diam itu emas? Broery Marantika...
  • ACTION: Bukti Keluasan Hati
    Mazmur 146
    TUHAN menjaga para pendatang, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik digagalkan-Nya. (Mazmur 146:9) Membaca kesaksian...