Mencari Hormat? NO!

Markus 9:30-37

Belum ada komentar 29 Views

Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.” (Mrk. 9:35)

Menjabat berarti memegang jabatan atau menjadi pejabat. Ini sebuah prestise yang dicari banyak orang. Menjadi pejabat seolah-olah akan meningkatkan harga diri, sehingga akan dihormati oleh banyak orang. Karena itu, ada banyak orang yang menghalalkan berbagai cara demi mendapatkan sebuah jabatan.

Yesus Kristus dalam pengajaran dan karya-Nya memperlihatkan hal yang sebaliknya. Jabatan bukanlah sebuah posisi yang mesti ditinggi-tinggikan dan dikejar, melainkan sebuah fungsi untuk melayani. Bahkan, dengan tegas Ia berkata kepada para murid- Nya—yang bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka—untuk menjadi yang terakhir, jika mau menjadi yang terdahulu. Artinya, soalnya bukan pada siapa yang lebih besar, tetapi perbuatan apa yang bisa dilakukan untuk sesama. Berbuat lebih berarti dari sekadar menjabat. Bahkan, Ia mengajarkan mereka untuk tidak asal berbuat atau melayani, tetapi melayani dengan tulus dan kerendahan hati. Motifnya bukan untuk mencari hormat, tetapi semata-mata karena kasih.

Apa yang diajarkan Yesus itu penting untuk dihayati dan dilakukan dalam konteks hidup dewasa ini, ketika banyak orang hanya mengejar jabatan dan mencari hormat. Jika kita mendapatkan kepercayaan menjabat, maka jabatan itu menjadi amanat untuk melayani. Namun, jika kita tidak memiliki jabatan apa pun, kita tetap bisa melayani. Sebab, melayani itu berarti berbuat bagi sesama dengan tulus dan rendah hati. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Berbuat sesuatu yang berarti bagi sesama tak perlu karena jabatan atau upah, sebab kesempatan itu sudah merupakan upah yang manis.

Ayat Pendukung: Ams. 31:10-31; Mzm. 1; Yak. 3:13—4:3, 7-8a; Mrk. 9:30-37
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...