Memperhitungkan sesama

Memperhitungkan sesama

Imamat 19:1-2, 9-18; Matius 5:38-48

Belum ada komentar 63 Views

Biasanya kita selalu butuh orang lain pada saat susah. Entah untuk sharing permasalahan yang kita hadapi atau bahkan mengharapkan pertolongannya untuk menyelesaikan masalah kita. Tetapi bagaimana kala kita senang dan sukses? Apakah kita ingat sesama kita, khususnya mereka yang lemah dan menderita?

Imamat 18:9-10 mengajarkan kita untuk selalu mengingat sesama, juga pada saat kita berhasil. Ketika masa panen tiba, maka Allah memerintahkan agar tuaian itu tidak diambil semua tetapi ada yang ditinggalkan buat orang miskin. Dengan kata lain, kita diajak untuk memperhitungkan sesama kita, khususnya yang membutuhkan.

Bagi Allah, sesama itu adalah sesama, tidak dibatasi oleh status sosial, etnik atau bahkan permusuhan. Itulah sebabnya Yesus mengajak kita untuk mengasihi musuh kita juga. Apapun yang mereka lakukan pada kita, mereka tetap sesama yang patut kita kasihi (Mat. 5:43-44)

Sedikit tidak realistis? Mungkin menurut pemikiran manusiawi kita. Tetapi bukankah kalau begitu Allah juga sedikit tidak realistis ketika Ia rela menderita di bukit Golgota demi cintaNya pada yang berdosa? Mari kita belajar menjadi sempurna seperti Bapa kita yang menurunkan hujan buat orang benar dan orang yang tidak benar.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Rumah Tanpa Alibi
    Matius 22:34-46
    Dalam bacaan ini, Yesus menghadapi pertanyaan dari orang-orang Farisi dan kemudian bertanya tentang identitas Mesias. Percakapan tersebut mengajak kita...
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...