Memberitakan Injil Kerajaan Allah di Galilea

Memberitakan Injil Kerajaan Allah di Galilea

1 Komentar 709 Views

Tidak jarang, dalam perkembangan sebuah bahasa, terjadi penyempitan makna dari sebuah kata. Misalnya kata “gotong-royong”. Pada awalnya ia berarti sebuah peristiwa yang besar, ketika seseorang hendak melakukan sesuatu yang tak dapat dilakukannya sendirian, misalnya pindah rumah. Pindah rumah, kerap kali berarti seluruh rumah beserta isinya, pindah tempat. Untuk itu segenap penduduk desa bekerjasama hingga rumah itu berdiri di lokasi yang baru beserta segala isinya. Kini kata “gotong-royong” hanyalah berarti bekerjasama.

Begitu pula nasib kata “mengabarkan Injil” dalam jargon kekristenan. Sebagian besar orang percaya mengartikannya sebagai kegiatan mengabarkan iman Kristen kepada orang yang tidak atau belum percaya, agar mereka pada akhirnya rela dibaptiskan. Padahal membaca banyak teks tentang Yesus dan murid-murid yang mengabarkan Injil, –termasuk teks kita hari ini,– konotasinya jauh lebih kaya dan luas ketimbang itu.

Dalam Mat. 4:23 tertulis: “Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.” Injil (Yun.: euanggelion) adalah kabar baik dari Allah bagi segenap ciptaan tentang karya penyelamatan-Nya dalam Kristus. Maka pekabaran Injil (evangelisasi) adalah upaya untuk mempersaksikan Kristus dan karya-Nya, dalam perspektif Kerajaan Allah, bagi segenap ciptaan.

Yang juga menarik adalah tempat Yesus memulai pelayanan-Nya, yaitu Galilea. Galilea bukanlah kawasan yang “elite” atau yang diperhitungkan, sebaliknya justru yang paling dianggap rendah bahkan dihindari orang. Tetapi justru di situlah Yesus memulai karya-Nya, di mana realita kehidupan yang paling keras dijumpai. Selain itu Galilea merujuk juga pada perluasan “sasaran” pekerjaan Yesus (Mat. 4:13-16), yaitu juga kepada bangsa lain.

Gereja dan orang percaya dipanggil untuk melayani Tuhan dengan berjalan di jejak langkah Kristus: mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan, di realita kehidupan di dunia, mulai di tempat-tempat yang paling tidak diperhitungkan orang.

PWS

1 Comment

  1. joko w

    Syalom,selamat pagi,
    disini saya mengomentari adanya perbedaan Nas judul dari 1 Korintus 1 : 10 – 18 seharusnya adalah dari Injil Matius dan Nas dalam teks dimana teks mengacu dari Injil Matius 4 : 12 – 23 ,mohon ada koreksi.
    Agar “sasaran ” yang ingin dicapai juga bisa diraih ,yaitu pelayanan yang menyeluruh,Tuhan Yesus Memberkati

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...