Memberi Yang Terbaik

Kejadian 22:15-18

Belum ada komentar 322 Views

“Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri – demikianlah firman Tuhan -: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku ….” (Kej. 22:16)

Tiga orang anak muda berkumpul dan berbicara soal persembahan. Orang pertama berkata: “Setiap kali saya menerima gaji maka sepuluh persen saya sisihkan sebagai persembahan.” Orang kedua tidak mau kalah, ia berkata: “Kamu, sepuluh persen? Kalau saya menyiapkan 50 persen.” Orang ketiga terdiam mendengarnya, ia berkata: “Kalau saya, selalu memberi 100 persen.” Melihat kebingungan kedua temannya, orang ketiga melanjutkan: “Setiap kali gajian, saya ambil semua uang saya, lalu saya lemparkan ke atas dan berkata Tuhan, silakan ambil berapa pun yang Tuhan mau, yang jatuh buat saya.”

Abraham diminta untuk memberikan “persembahan” bagi Tuhan. Bukan sekadar memberikan harta bendanya (ternak) yang sudah ia dapatkan, tetapi ia diminta untuk memberikan ‘harta’nya yang paling berharga, yaitu anaknya: Ishak. Anak yang lahir di masa tuanya; anak yang lahir dari kandungan istrinya. Apakah Abraham tidak mengasihi Ishak? Tentu saja Abraham mengasihi Ishak. Namun, ia menyadari bahwa ia lebih mengasihi Tuhan yang menyertainya, memberkatinya dan juga mengaruniakan Ishak. Karena itu, ia rela memberikan Ishak, anaknya sebagai persembahan.

‘Memberikan yang terbaik’ adalah bagian dari pengajaran gereja tentang persembahan. Memberikan yang terbaik bukan hanya dalam bentuk persembahan materi, tetapi juga dalam bentuk tenaga, pikiran, dan waktu. Sudahkah kita memberikan yang terbaik bagi Tuhan? Atau hanya pura-pura memberi yang terbaik? [Pdt. Engeline Chandra]

DOA:
Mampukanlah kami ya, Tuhan, agar dapat memberikan yang terbaik untuk-Mu selalu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 47; Kej. 22:15-18; 1Tes. 4:9-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menjalani Hidup Dengan Hikmat Allah
    Ayub 37:1-24
    “… setiap orang yang menganggap dirinya mempunyai hikmat, tidak dihiraukan-Nya.” (Ayb. 37:24b) Ada begitu banyak peristiwa di dunia ini...
  • Memuji Allah Dengan Memelihara Ciptaannya
    Mazmur 104:1-9, 24, 35b
    Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. (Mzm. 104:24) Di dalam ilmu teologi,...
  • Mendengarkan Dan Menghidupi Firman
    Lukas 16:19-31
    “Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.” (Luk. 16:29) Daya...
  • Manfaat Hikmat
    Ayub 28:12-29:10
    “… tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.” (Ayb....
  • Menyadari Kehadiran Allah
    Mazmur 39
    Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! (Mzm. 39:13)...