Matinya Hati Nurani

Yohanes 13:21-32

Belum ada komentar 268 Views

Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” (Yoh. 13:27)

“Tidak habis pikir! Bagaimana bisa pejabat melakukan korupsi dana bantuan bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19? Benar-benar hati nurani mereka sudah mati,” ujar seorang kerabat ketika mendengar berita tersebut. “Mereka enggak bodoh. Mereka tahu masyarakat lagi susah. Kok tega?” ujarnya geram.

Tindakan pejabat yang disebut di atas hanyalah salah satu contoh matinya hati nurani. Kematian hati nurani membuat seseorang tega melakukan tindakan yang tidak terpuji, meskipun ia tahu apa tindakan yang benar. Masih banyak kisah yang dapat memperlihatkan matinya hati nurani. Salah satunya kisah Yudas Iskariot. Ia termasuk ke dalam bilangan 12 murid Yesus dan dipercaya untuk mengemban tanggung jawab sebagai pemegang kas. Namun, Yudas mengkhianati Yesus, bahkan setelah Yesus, yang mengetahui rencana pengkhianatannya, memperingatkannya. Injil Yohanes mencatat bahwa Yudas kerasukan Iblis (Yoh. 13:27). Akibat kerasukan Iblis, hati nurani Yudas tidak lagi peka terhadap peringatan Yesus.

Jangan pernah berpikir bahwa hidup kita pasti jauh dari godaan Iblis karena kita pintar, merasa sudah tahu segalanya, khatam membaca Alkitab dan bahkan aktif di gereja. Seperti yang terjadi pada Yudas Iskariot, Iblis dapat merasuki hati kita dan Iblis dapat mengubah segala yang kita miliki. Karena itu, jaga dan awasilah hati kita. Jangan sampai Iblis merasukinya dan menguasai hati nurani kita. [Pdt. Hizkia Anugrah Gunawan]

DOA:
Ya Kristus, tolong kami dapat terus menjaga dan mengawasi hati di dalam setiap laku dan tindakan kami. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 50:4-9a; Mzm. 70; Ibr. 12:1-3; Yoh. 13:21-32
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...