Mari dan Lihatlah!

Yohanes 1:43-51

Belum ada komentar 63 Views

Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yoh. 1:46)

Ada seorang ibu yang bekerja sebagai kuli gendong di sebuah pasar, di pusat kota Yogyakarta. Setiap hari, ia ke pasar membawa keranjang dan selendang, menunggu pelanggan yang membutuhkan tenaganya untuk membawa barang belanjaan mereka. Meskipun ibu ini hanya seorang kuli gendong, namun ia adalah seorang pendoa yang sangat tekun. Ia selalu mencermati informasi tentang anggota jemaat yang susah atau sakit, lalu mendoakannya dengan sungguh-sungguh.

Banyak orang Kristen seperti Natanael; sulit percaya pada Yesus, jika tidak ada hal spektakuler yang menyertainya. Nazaret hanyalah sebuah desa kecil dan sederhana, jauh dari segala macam gemerlap. Nazaret bukanlah Yerusalem. Kita bisa mengharapkan berbagai hal spektakuler muncul dari Yerusalem, namun tidak dari Nazaret. Itulah sebabnya Nathanael tidak percaya.

Seperti ibu kuli gendong di atas, iman yang sejati sering kali justru lahir dari “Nazaret,” bukan dari “Yerusalem.” Lahir dari orang-orang dan situasi-situasi sederhana, jauh dari segala macam unsur spektakuler. Ketika Natanael tidak percaya pada Yesus, Filipus hanya berkata kepadanya, “Mari dan lihatlah!” Mengikut Yesus adalah perkara komitmen untuk memiliki pengalaman pribadi dengan Yesus. Selama kita berada “di luar” maka selama itu pula kita tidak mendapatkan apa-apa dari Yesus. Tetapi, ketika kita menjalin relasi intim dengan Yesus, maka kita terberkati, meskipun kita berada di “Nazaret.” [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja]

REFLEKSI:
Jika kita ingin tahu apakah teh yang disuguhkan pada kita, rasanya manis atau pahit, minumlah teh itu. Demikian pula mengikut Yesus.

Ayat Pendukung: 1Sam. 3:1-10, (11-20); Mzm. 139:1-6, 13-18; 1Kor. 6:12-20; Yoh. 1:43-51
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Putus Asa
    Kisah Para Rasul 27:13-38
    Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, … akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamat-...
  • Tuhan Tidak Peduli?
    Markus 4:35-41
    Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” (Mrk. 4:38) Orang yang tidak...
  • Saat Badai Reda
    Mazmur 107:1-3, 23-32
    Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. (Mzm. 107:31) Pernah bepergian...
  • BERSERAH
    Kisah Para Rasul 21:1-16
    Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: “Jadilah kehendak Tuhan!” (Kis. 21:14) Orang yang teguh...
  • Kata Yang Menguatkan
    Kisah Para Rasul 20:1-16
    Ia menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasihat menguatkan hati saudara-saudara di situ. (Kis. 20:2) My mama said, “Life...