Lidah atau Telinga yang Tajam?

Yesaya 50:4-9a

Belum ada komentar 123 Views

Tuhan Allah telah memberikan kepadaku Udah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat kepada orang yang letih lesu. Pagi demi pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. (Yesaya 50:4)

Lidah dan telinga adalah dua dari lima indra manusia yang sangat penting, apalagi bila berkaitan dengan relasi dengan orang lain. Sering kali relasi antarmanusia rusak karena kedua indra tersebut tidak digunakan dengan baik atau tidak dipergunakan secara bertanggung jawab.

Yesaya menyatakan bahwa Allah telah memberinya lidah dan telinga seorang murid. Tentu saja yang dimaksudkan tidak lain adalah murid Allah, dan setiap murid Allah senantiasa mengarahkan telinga dan lidahnya kepada Allah. Ia mendengar apa yang Allah kehendaki. la juga mengucapkan segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak Allah. Maka ia pun akan dapat menjadi penyambung lidah Allah. Sangat menarik untuk diperhatikan bahwa yang dipertajam dari seorang murid adalah pendengarannya, bukan lidahnya. Pendengaran yang tajam artinya peka terhadap suara Allah. Dan hanya dengan sikap yang demikian ia akan dimampukan untuk menumbuhkan kekuatan dan pengharapan baru melalui kata-katanya kepada mereka yang letih lesu dan berputus asa.

Mari kita perhatikan diri kita, indra manakah yang lebih tajam? Apakah telinga kita atau lidah kita? Mari kita mempertajam pendengaran kita terhadap suara dan kehendak Allah supaya kita dimampukan untuk melembutkan lidah kita bagi sesama kita. Dengan demikian, kita akan dapat menjadi berkat bagi yang letih dan lesu. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

DOA:
Jadikan kami murid-Mu yang tajam pendengarannya terhadap suara-Mu dan lidah yang lembut menyuarakan kehendak-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 50:4-9a; Mzm. 70; Ibr. 12:1-3; Yoh. 13:21-32
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Komitmen Iman
    Lukas 6:17-26
    Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak...
  • KESETIAAN
    Rut 2:1-16
    Kiranya TUHAN membalas perbuatanmu. Kiranya upahmu sepenuhnya dikaruniakan oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung....
  • Hakikat dan Fungsi Kita
    Matius 5:13-20
    Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang...
  • Percaya Kepada Pemeliharaan Allah
    Mazmur 37:1-17
    Serahkanlah jalanmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, maka Ia akan bertindak; Ia akan menerbitkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu...
  • Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah
    Matius 5:1-12
    Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu. (Matius 5:12)...