Ketika Sudah Tua

Kejadian 27:1-17

Belum ada komentar 232 Views

Ketika Ishak sudah tua dan matanya telah kabur, sehingga ia tidak bisa melihat lagi …. (Kej. 27:1)

Kehidupan bukan seperti cincin tanpa ujung. Hidup memiliki fase. Ada saat kita muda, kuat dan penuh semangat, akan tetapi akan tiba masanya kita menjadi tua, tenaga mulai melemah, gerakan pun melambat. Menjadi tua itu pasti; ia merupakan bagian kehidupan yang tidak bisa dicegah dan dihindari.

Lalu, bagaimana caranya menjadi tua dan tetap bermanfaat bagi sesama? Atau, bagaimana agar di dalam segala keterbatasan kita, kita tetap dapat menjadi berkat? Firman Tuhan dalam Kejadian 27:1-17 mengajarkannya kepada kita. Ishak telah menjadi tua, ia kehilangan segala kegagahannya, matanya mulai rabun sehingga ia tidak dapat mengenali orang-orang yang ada di sekitarnya. Kendati sudah menjadi tua dan memiliki banyak kelemahan, namun ternyata, Ishak mempunyai kerinduan untuk dapat menyalurkan berkat bagi anak sulungnya, Esau. Maka, di usianya yang sangat lanjut itu, ia memanggil Esau untuk memberikan berkatnya, yaitu perlindungan dan penyertaan Allah dalam kehidupan Esau dan segenap anak cucunya. Meski pada akhirnya, Ishak tertipu oleh Yakub, anaknya sendiri, namun ia tetap juga memberikan berkatnya.

Usia tua dan kelemahan semestinya tidak menghalangi kita untuk menjadi saluran berkat bagi sesama. Sama seperti Ishak dan juga Abraham, Tuhan pun memanggil kita untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain, misalnya mendoakan mereka agar Tuhan melimpahkan segala kebaikan bagi mereka. [Pdt. Eko Priliadona Susetyo]

REFLEKSI:
Tuhan memperlengkapi kita dengan aneka talenta. Dia melimpahkan berkat- berkat-Nya bagi kita. Sudahkah kehidupan kita menjadi berkat bagi sesama?

Ayat Pendukung: Mzm. 45:10-17; Kej. 27:1-17; Rm. 7:7-20
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Bahagia Karena Menemukan Makna
    Matius 13:10-17
    Namun, berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. (Matius 13:16) Budi termenung. Langit senja seolah melukiskan kerinduan dalam...
  • Kasih Bagi Yang Rentan
    Yeremia 49:7-11
    “Tinggalkanlah anak-anak yatimmu, Aku akan menghidupi mereka; biarlah janda-jandamu menaruh kepercayaan pada-Ku!” (Yeremia 49:11) Seorang konglomerat besar yang merasa...
  • Tidak Sendirian
    Mazmur 142
    Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku, “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang hidup!” (Mazmur 142:6) Semua orang, dalam...
  • Bukan Sekadar Mengaminkan
    Matius 13:1-9, 18-23
    “Yang ditaburkan di tanah yang baik artinya orang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada...
  • Tidak Tinggal Dalam Gelap
    Yohanes 12:44-50
    Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku jangan tinggal di dalam kegelapan....