Kesempatan Dalam Kesempitan

Kisah Para Rasul 7:54-8:1a

Belum ada komentar 117 Views

Sementara mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku (Kisah Para Rasul 7:59)

Dalam Alkitab, Stefanus tercatat sebagai salah satu martir karena mempertahankan imannya kepada Yesus Kristus. Dia adalah salah satu dari tujuh diakon yang dipilih oleh komunitas gereja pertama untuk melayani dan membantu sesama. Namun, pemberitaaan Injil yang dilakukannya dengan penuh kuasa dan kebenaran menimbulkan kemarahan di antara para pemimpin agama Yahudi.

Stefanus adalah contoh teladan iman yang kuat dan tabah dalam menghadapi penganiayaan. Saat diadili oleh para pemimpin Yahudi, dia tidak mundur atau meninggalkan imannya. Sebaliknya, dia bersaksi dengan tegas tentang kebenaran Injil dan sejarah keselamatan. Saat ia dihukum mati dengan cara dilempari batu, Stefanus berdoa kepada Allah agar mengampuni para penganiayanya. Ini menunjukkan dalamnya kasih dan pengampunan yang dimiliki Stefanus, bahkan pada saat-saat terakhir hidupnya. Kesaksian dan kematiannya sebagai martir mengilhami banyak orang percaya lainnya untuk tetap teguh dalam iman mereka dan siap menghadapi segala bentuk penganiayaan.

Kisah Stefanus mengajarkan kita tentang pentingnya mempertahankan iman bahkan dalam situasi yang sulit dan berbahaya. Dia bahkan mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk tetap bersaksi tentang kasih Kristus yang mengampuni. Keteguhan dan kesetiaan Stefanus telah menjadi keteladanan iman bagi orang-orang percaya dalam menghadapi berbagai pergumulan agar tetap beriman teguh kepada Yesus Kristus. [Pdt. Daniel Kristanto Gunawan]

REFLEKSI:
Kesempatan baik apa yang dapat kita ambil saat mengalami kesempitan?

Ayat Pendukung: 2 Raj. 22:1-10; Mzm. 132:1-12; Kis. 7:54-1:1a
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...
  • YANG TERBESAR
    Matius 18:1-5
    Oleh sebab itu, siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan...