Kesatuan Roh, Kesatuan Trinitas

Kesatuan Roh, Kesatuan Trinitas

Belum ada komentar 121 Views

Iman Kristen sungguh-sungguh meyakini bahwa Kristus dan Roh Kudus adalah kehadiran Allah sepenuh-penuhnya di dalam dunia ini. Itu sebabnya, keduanya dipercaya sebagai dua Pribadi Ilahi, bersama dengan Sang Bapa, di dalam persekutuan Trinitas. Di dalam tradisi Kristen Barat, Roh Kudus adalah Sang Cinta (the Love) yang mempersatukan Bapa sebagai Yang Mencinta (the Lover) dan Anak Yang Dicinta (the Beloved).

Roh Kudus dengan demikian senantiasa diimani sebagai prinsip kesatuan, bahkan bagi seluruh ciptaan yang semustinya merefleksikan persekutuan ilahi itu. Artinya, kita bersekutu, menerima perbedaan, dan merayakan persatuan bukan sekadar sebagai sebuah kebutuhan manusiawi, namun lebih karena memang persekutuan manusiawi kita mencerminkan persekutuan ilahi dari Allah yang membentuk persekutuan kita. Artinya, ketika dunia melihat persekutuan kita, kiranya mereka dapat menyaksikan persekutuan ilahi di dalam dan melalui persekutuan manusiawi kita. Dan Roh Kuduslah yang mempersatukan persekutuan kita, sama seperti ia menjadi pengikat dari Bapa dan Anak.

Dengan indah, Paulus menggambarkan prinsip itu, dengan menegaskan bahwa persekutuan yang sudah dipersatukan oleh karya Roh Kudus itu harus terus diperjuangkan. Itu sebabnya, ia berkata, “berusahalah memelihara kesatuan Roh” (ay. 3a). Kita bukanlah pencipta kesatuan itu, melainkan Roh Kudus. Sebaliknya, membiarkan Roh bekerja tanpa bersedia ikut “memelihara kesatuan Roh” akan menjadi sebuah sikap tak bertanggung jawab atas karunia kesatuan yang telah kita terima.

JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...
  • Pemberian
    Di Minggu ini, kita akan bersama diajak untuk merenungkan satu tema, yaitu Makna dalam Peristiwa Pemberian. Kisah percakapan antara...