Kesatuan Roh, Kesatuan Trinitas

Kesatuan Roh, Kesatuan Trinitas

Belum ada komentar 119 Views

Iman Kristen sungguh-sungguh meyakini bahwa Kristus dan Roh Kudus adalah kehadiran Allah sepenuh-penuhnya di dalam dunia ini. Itu sebabnya, keduanya dipercaya sebagai dua Pribadi Ilahi, bersama dengan Sang Bapa, di dalam persekutuan Trinitas. Di dalam tradisi Kristen Barat, Roh Kudus adalah Sang Cinta (the Love) yang mempersatukan Bapa sebagai Yang Mencinta (the Lover) dan Anak Yang Dicinta (the Beloved).

Roh Kudus dengan demikian senantiasa diimani sebagai prinsip kesatuan, bahkan bagi seluruh ciptaan yang semustinya merefleksikan persekutuan ilahi itu. Artinya, kita bersekutu, menerima perbedaan, dan merayakan persatuan bukan sekadar sebagai sebuah kebutuhan manusiawi, namun lebih karena memang persekutuan manusiawi kita mencerminkan persekutuan ilahi dari Allah yang membentuk persekutuan kita. Artinya, ketika dunia melihat persekutuan kita, kiranya mereka dapat menyaksikan persekutuan ilahi di dalam dan melalui persekutuan manusiawi kita. Dan Roh Kuduslah yang mempersatukan persekutuan kita, sama seperti ia menjadi pengikat dari Bapa dan Anak.

Dengan indah, Paulus menggambarkan prinsip itu, dengan menegaskan bahwa persekutuan yang sudah dipersatukan oleh karya Roh Kudus itu harus terus diperjuangkan. Itu sebabnya, ia berkata, “berusahalah memelihara kesatuan Roh” (ay. 3a). Kita bukanlah pencipta kesatuan itu, melainkan Roh Kudus. Sebaliknya, membiarkan Roh bekerja tanpa bersedia ikut “memelihara kesatuan Roh” akan menjadi sebuah sikap tak bertanggung jawab atas karunia kesatuan yang telah kita terima.

JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Filipus dan Natanael
    Yohanes 1:43-51
    Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat,...
  • TOHU WABOHU
    Kejadian 1:1-5 dan Markus 1:4-11
    Dengan apik penulis Injil Markus menuliskan sebuah keterangan bahwa seruan pertobatan Yohanes Pembaptis justru disampaikan di tengah padang gurun...
  • Sang Kekal Diam Bersama Kita
    Yohanes 1:14
    Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada...
  • Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup
    Lukas 2:29-30
    Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi...
  • Beroleh Kasih Karunia Allah
    Beroleh Kasih Karunia Allah
    Lukas 1:30
    ”Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah” (Luk. 1:30). Demikian ujar malaikat saat menjumpai...