Kesalehan Sejati

Markus 7:9-23

Belum ada komentar 176 Views

Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya ….” (Mrk. 7:20)

“Hati adalah pusat kehidupan.” Hati yang dimaksudkan pada ungkapan ini adalah kesadaran atau akal budi yang menjadi penerang bagi kehidupan. Dari hati itulah mengalir berbagai pertimbangan dan pemikiran yang terekspresi di dalam perkataan dan perbuatan. Karena itu, muncul ajaran untuk menjaga hati.

Kesalehan dalam hidup keagamaan juga seharusnya datang dari hati; dari kesadaran yang tersentuh oleh kasih Tuhan. Sehingga, perilaku keagamaan yang dilakukan didasari dan dibimbing oleh cinta dan ketulusan, bukan semata karena aturan. Penulis Injil Markus dengan jeli mengingatkan hal ini. Sebab, aturan bisa dipakai sebagai tameng untuk menutupi kebohongan. Misalnya, aturan tentang kurban kepada Allah, digunakan sebagai alasan untuk berkelit dari tanggung jawab dan cinta kepada orang tua. Artinya, roh dari peraturan tidak disadari. Karena itulah, penting untuk mulai bertindak dari dalam hati atau kesadaran, bukan dari luar, dan tidak terpaku pada formalisme aturan adat istiadat.

Menjaga hati berarti menjaga motivasi agar tetap lurus. Motivasi yang didasari dan didorong oleh cinta tulus akan terekspresi dalam laku hidup sehari-hari. Laku yang tanpa kepalsuan atau kemunafikan, apa adanya, demi dan untuk cinta. Inilah yang dinamakan kesalehan sejati. Kebaikan dilakukan meski tidak disuruh, dan perbuatan dosa dihindari kendati tersedia kesempatan. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Kesalehan sejati bukan hasil dari kepatuhan mengikuti aturan secara buta, tetapi buah dari cinta yang dipraktikkan dengan sadar dan setia.

Ayat Pendukung: Mzm. 106:1-6, 13-23, 47-48; Ul. 4:21-40; Mrk. 7:9-23
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • SIAPAKAH AKU?
    Matius 16:13-20
    Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” (Matius 16:15) Saat ini, media sosial telah menjadi salah...
  • Ragi Farisi Dan Saduki
    Matius 16:5-12
    Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa Ia berbicara bukan supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang...
  • Berbakti Kepada Orangtua
    Kejadian 49:29-50:14
    Anak-anak Yakub melakukan baginya, seperti yang dipesankannya kepada mereka. (Kejadian 50:12) Salah satu bentuk penghormatan dan bakti seorang anak...
  • VOTUM
    Mazmur 124
    Pertolongan kita dalam nama TUHAN, yang menciptakan langit dan bumi. (Mazmur 124:8) Pada umumnya, ibadah dimulai dengan pengucapan votum....
  • Aku Mau, Aku Akan Datang
    Matius 8:1-13
    “Aku mau, jadilah tahir … Aku akan datang menyembuhkannya.” (Matius 8:3a, 7b) “Pak Pendeta, saya sudah tekun berdoa. Bahkan,...