Kematiannya Membangkitkan Kita

Yohanes 11:1-44

Belum ada komentar 369 Views

Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu .… (Yoh. 11:33)

“Bagai makan buah simalakama” adalah ungkapan untuk menunjukkan posisi dilematis. Barangkali posisi inilah yang dihadapi Yesus ketika mendengar Lazarus sakit lalu mati. Hati Yesus penuh gejolak. Ada dua kata Yunani yang menggambarkan sisi emosional Yesus yang dicatat dalam Yohanes 11:33. Kata itu embrimaomai dan tarasso. Dalam bahasa Indonesia, kata itu diterjemahkan menjadi masygul dan terharu.

Embrimaomai adalah kata yang menyimpan berbagai macam emosi; bisa berarti mengeluh dan bahkan bisa dipakai untuk dengusan kuda. Sedangkan tarasso dapat berarti gelisah, cemas, susah. Jadi, dalam peristiwa kematian Lazarus, Yesus merasa sedih, cemas; Ia mengeluh mengungkapkan rasa sakit dalam hati. Jelas, Yesus sedang mengalami gejolak emosi yang sulit dilukiskan. Apa yang menyebabkan demikian? Kita bisa memahami dalam kisah sesudah itu.

Kisah selanjutnya, kebangkitan Lazarus menjadi pukulan telak bagi para pemimpin Yahudi dan karena itu mereka memutuskan untuk membunuh Yesus. Di sinilah Yesus berada dalam pilihan tidak mudah. Memilih mencintai Lazarus, Marta dan Maria berarti kematian bagi diri-Nya. Ia akan dibunuh! Ketegangan batin inilah yang membuat-Nya gelisah, kacau dan menangis. Manusiawi! Namun, toh akhirnya Yesus memilih membangkitkan Lazarus.

Kita adalah Lazarus. Yesus telah memilih mengasihi kita, membangkitkan kita dari maut akibat dosa, meski harus dibayar dengan nyawa-Nya! [Pdt. Nanang]

REFLEKSI:
Terang Tuhan membuat kita melangkah dengan pasti setiap saat menuju damai sejahtera.

Ayat Pendukung: Yeh. 37:1-14; Mzm. 130; Rm. 8:6-11; Yoh. 11:1-44
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tidak Sendirian
    Mazmur 142
    Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku, “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang hidup!” (Mazmur 142:6) Semua orang, dalam...
  • Bukan Sekadar Mengaminkan
    Matius 13:1-9, 18-23
    “Yang ditaburkan di tanah yang baik artinya orang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada...
  • Tidak Tinggal Dalam Gelap
    Yohanes 12:44-50
    Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku jangan tinggal di dalam kegelapan....
  • Dijaga Seperti Biji Mata
    Ulangan 32:1-10
    … Dikelilingi dan diawasi-Nya dia, dijaga-Nya seperti biji mata-Nya. (Ulangan 32:10b) Ada seseorang yang memiliki barang yang dianggapnya sangat...
  • Mencondongkan Hati Kepada Firman
    Mazmur 119:105-112
    Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mazmur 119:105) Pernahkah Saudara tersesat dalam kegelapan total? Mungkin saat...