Kematiannya Membangkitkan Kita

Yohanes 11:1-44

Belum ada komentar 49 Views

Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu .… (Yoh. 11:33)

“Bagai makan buah simalakama” adalah ungkapan untuk menunjukkan posisi dilematis. Barangkali posisi inilah yang dihadapi Yesus ketika mendengar Lazarus sakit lalu mati. Hati Yesus penuh gejolak. Ada dua kata Yunani yang menggambarkan sisi emosional Yesus yang dicatat dalam Yohanes 11:33. Kata itu embrimaomai dan tarasso. Dalam bahasa Indonesia, kata itu diterjemahkan menjadi masygul dan terharu.

Embrimaomai adalah kata yang menyimpan berbagai macam emosi; bisa berarti mengeluh dan bahkan bisa dipakai untuk dengusan kuda. Sedangkan tarasso dapat berarti gelisah, cemas, susah. Jadi, dalam peristiwa kematian Lazarus, Yesus merasa sedih, cemas; Ia mengeluh mengungkapkan rasa sakit dalam hati. Jelas, Yesus sedang mengalami gejolak emosi yang sulit dilukiskan. Apa yang menyebabkan demikian? Kita bisa memahami dalam kisah sesudah itu.

Kisah selanjutnya, kebangkitan Lazarus menjadi pukulan telak bagi para pemimpin Yahudi dan karena itu mereka memutuskan untuk membunuh Yesus. Di sinilah Yesus berada dalam pilihan tidak mudah. Memilih mencintai Lazarus, Marta dan Maria berarti kematian bagi diri-Nya. Ia akan dibunuh! Ketegangan batin inilah yang membuat-Nya gelisah, kacau dan menangis. Manusiawi! Namun, toh akhirnya Yesus memilih membangkitkan Lazarus.

Kita adalah Lazarus. Yesus telah memilih mengasihi kita, membangkitkan kita dari maut akibat dosa, meski harus dibayar dengan nyawa-Nya! [Pdt. Nanang]

REFLEKSI:
Terang Tuhan membuat kita melangkah dengan pasti setiap saat menuju damai sejahtera.

Ayat Pendukung: Yeh. 37:1-14; Mzm. 130; Rm. 8:6-11; Yoh. 11:1-44
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Mencintai Firman Tuhan
    Mazmur 119:41-48
    Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu. (Mzm.119:47) Lagu lama dari Titiek Puspa ini tak asing bagi kebanyakan...
  • Bukan Iman Yang Kosong
    Yakobus 2:14-26
    Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? (Yak. 2:20) Bob...
  • Kasih Itu Tidak Cari Muka
    Yakobus 2:8-13
    Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran. (Yak....
  • Kasih Menerangi Segala Hukum
    Matius 22:34-46
    “Pada kedua hukum inilah bergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat. 22:40) Hukum adalah perangkat yang mengikat...
  • Bukan Perkataan Hampa
    Ulangan 32:44-47
    “Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu, dan dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah,...
Kegiatan