Kematian Yesus Mendamaikan Manusia Dengan Allah

Markus 15:1-39, (40-47)

Belum ada komentar 625 Views

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. (Mrk. 15:37–38)

Bait Suci, tempat ibadah umat Yahudi, yang dulu terletak di Yerusalem sekarang sudah tidak ada lagi. Bait Suci itu, dulu, pernah menjadi pusat ibadah umat Yahudi yang sangat penting. Seluruh ruang di dalamnya adalah kudus. Di sana ada lagi ruang maha kudus, tempat tabut perjanjian diletakkan. Ruang yang kudus dan ruang maha kudus dipisahkan oleh sebuah tabir. Ruang maha kudus hanya boleh dimasuki oleh seorang imam yang bertugas setahun sekali. Ketika Yesus mati, tabir pemisah itu terbelah dua dari atas sampai ke bawah.

Kejadian yang tampaknya kecil itu, telah mengundang perhatian para penulis kitab-kitab Injil Sinoptik, khususnya Matius dan Markus. Para penafsir sepakat bahwa terbelahnya tabir di Bait Suci itu disebabkan oleh kematian Yesus. Ini berarti bahwa kematian-Nya bukanlah peristiwa biasa-biasa saja, melainkan sarat makna teologis. Yesus seperti hewan kurban dalam Perjanjian Lama yang menggantikan hukuman yang seharusnya ditanggung oleh seorang pendosa.

Kematian Yesus mendamaikan kembali hubungan antara Allah dan manusia berdosa, yang rusak dan terputus akibat dosa. Bukan hanya itu. Kematian Yesus juga mendamaikan manusia dengan sesamanya. Inilah arti salib yang terdiri dari dua palang: membujur dan melintang. Kematian Yesus Kristus, Tuhan kita, telah mendamaikan manusia yang berdosa dengan Allah dan dengan sesamanya. [Pdt. (Em.) Ferdinand Suleeman]

REFLEKSI:
Umat Kristus harus menjadi pelopor perdamaian di mana saja.

Ayat Pendukung: Yes. 50:4-9a; Mzm. 31:10-17; Flp. 2:5-11; Mrk. 15:1-39, (40-47)
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Di Balik Alasan
    Yeremia 1:4-10
    Maka aku menjawab, “Ah, Tuhan ALLAH, sesungguhnya aku tidak pandai bicara….” Akan tetapi, TUHAN berfirman kepadaku…”Jangan takut kepada mereka,...
  • UPS AND DOWNS
    Mazmur 89:5-37
    Maka Aku akan menghukum pelanggaran mereka dengan gada… Tetapi, kasih setia-Ku tidak akan Kutarik darinya….(Mazmur 89:33,34) Jika kita beranggapan...
  • Pentingnya Berlatih
    Kisah Para Rasul 9:19b-31
    “… karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” (Matius 3:15) “… tetapi bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak- Mulah yang...
  • Beneran Bertobat?
    Kisah Para Rasul 9:19b-31
    Saulus tinggal bersama mereka di Yerusalem, dan dengan berani mengajar dalam nama Tuhan. (Kisah Para Rasul 9:28) “Sekali lancung...
  • Bertambah Umur, Bertumbuh Iman
    1 Samuel 3:10-4:1a
    Samuel semakin besar. Tuhan menyertai dia….(1 Samuel 3:19a) Tidak setiap orang memperoleh keistimewaan seperti Samuel. Bahkan, sebelum ibunya mengandung...