Keluarga Kristen = Keluarga yang Percaya

Keluarga Kristen = Keluarga yang Percaya

Markus 9:14-24

Belum ada komentar 52 Views

“Percaya” atau “beriman” bukanlah sesuatu yang terjadi sekali dan selesai. Iman yang “otentik” adalah pada hakikatnya sebuah proses percaya melalui berbagai pengalaman hidup.

Inilah teladan sang bapak dalam teks kita. Percayanya pada kuasa Yesus dihadapmukakan pada kenyataan yang pahit: anaknya sakit, dan para murid Yesus sama sekali tak mampu menyembuhkannya. Imannya diuji oleh kekuatirannya bahwa anaknya takkan dapat sembuh. Itu semua menjadikannya bimbang. Namun dalam itu semua, ia tetap berharap. Itu sebabnya ketika Yesus mendekatinya bertanya mengapa ia berbantah-bantahan dengan ahli-ahli Taurat dan murid-murid-Nya, ia memberanikan diri meminta tolong kepada Yesus bagi anaknya: “…jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” (Mrk. 9:22)

Menjawab keraguan yang terselip dalam permohonannya itu, Yesus menjawab: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (Mrk. 9:23). Atas ini si bapak tak dapat berkelit dan berteriak mengakui keadaan dirinya. Indah sekali pengakuannya ini. Pengakuan yang belum tentu secara jujur dan tulus diungkapkan oleh banyak orang percaya, termasuk kita: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” (Mrk. 9:24).

Proses percaya seperti inilah yang mesti terjadi dan dikembangkan dalam keluarga. Khususnya dalam keluarga Kristen, keluarga kita.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Filipus dan Natanael
    Yohanes 1:43-51
    Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat,...
  • TOHU WABOHU
    Kejadian 1:1-5 dan Markus 1:4-11
    Dengan apik penulis Injil Markus menuliskan sebuah keterangan bahwa seruan pertobatan Yohanes Pembaptis justru disampaikan di tengah padang gurun...
  • Sang Kekal Diam Bersama Kita
    Yohanes 1:14
    Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada...
  • Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup
    Lukas 2:29-30
    Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi...
  • Beroleh Kasih Karunia Allah
    Beroleh Kasih Karunia Allah
    Lukas 1:30
    ”Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah” (Luk. 1:30). Demikian ujar malaikat saat menjumpai...