Kekuatan dalam Kelemahan

Lukas 18:1-8

Belum ada komentar 707 Views

“Tidakkah Allah Akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang-malam berseru kepada-Nya?” (Luk. 18:7)

Ada dua ekstrem dalam perumpamaan Yesus yang menjadi renungan hari ini. Satu sisi, hakim yang tidak takut akan Allah, tidak menghormati siapa pun, dan lalim. Di lain sisi, janda. Janda, dalam Lukas, menggambarkan ketidakberdayaan secara ekonomi dan kekuasaan. Janda tersebut tak jemu-jemu mendatangi hakim lalim itu untuk mengajukan perkaranya. Ujung-ujungnya, si hakim menyerah juga karena keuletan si janda. “Baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku,“ gumam si hakim.

Secara elok, Lukas mengisahkan bahwa pada dasarnya kekuatan manusia ada lemahnya, dan kelemahan manusia itu mengandung kekuatan. Sekuat-kuatnya sifat manusia, ia ada batasnya. Sebaliknya, selemah-lemahnya kondisi manusia, ia mengandung kekuatan. Meskipun situasi si hakim dan si janda hanya kejadian sesaat dalam hidup, tetapi memang ada kekuatan tak terduga itu.

Perumpamaan ini merupakan ajaran Yesus tentang iman. Iman terwujud dalam ketekunan. Tekun adalah tidak jemu-jemu berupaya, berusaha, bekerja, dan berikhtiar. Iman bukanlah hasil yang diperoleh secara gratis, instan, atau cuma-cuma. Iman adalah usaha keras seseorang dalam mempertaruhkan kebenaran dan hidupnya. Jadi, seorang beriman bukan yang memperoleh hasil tanpa bekerja atau hanya berdoa dan langsung mendapat; melainkan yang belajar, tekun, dan berusaha sekuat tenaga dan pikiran. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Sertai kami dalam berusaha dengan mengandalkan kekuatan-Mu, ya Allah. Amin.

Ayat Pendukung: Yer. 31:27-34; Mzm. 119:97-104; 2Tim. 3:14-4:5; Luk. 18:1-8
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...