Keinginan Berkuasa

Bilangan 12:1-9

Belum ada komentar 81 Views

“Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?” (Bil. 12:8)

Friedrich Wilhelm Nietzsche (1844-1900) mengatakan bahwa keinginan paling kuat dalam diri manusia adalah keinginan berkuasa (will to power). Keinginan berkuasa dinyatakan dengan melakukan berbagai cara. Yang jelas, keinginan berkuasa menunjukkan nafsu bermegah diri.

Dari Kitab Bilangan hari ini, kita membaca kisah Miryam dan Harun yang ingin berkuasa atas umat Israel. LAI memberi judul perikop ini: “Pemberontakan Miryam dan Harun.” Pertanyaannya adalah: terhadap siapa Miryam dan Harun memberontak? Terhadap Musa atau TUHAN? Kitab Bilangan mengungkapkan bahwa Miryam dan Harun merasa diri seperti Musa, punya kuasa menyampaikan firman TUHAN. Mereka membicarakan Musa dan berpikir TUHAN berkenan kepada mereka juga. Tentang perilaku mereka itu TUHAN menegaskan, Dialah yang menentukan seseorang sebagai perantara-Nya. Dalam hal ini, TUHAN memilih Musa, seorang yang dipandang setia. Pada akhir kisah, penulis Bilangan menunjukkan, keinginan berkuasa pada gilirannya berakibat fatal, yakni murka TUHAN.

Jadi, berhati-hatilah dengan keinginan berkuasa. Apakah motivasi kita sebenarnya ketika ingin meraih kekuasaan? Kekuasaan seharusnya diperlakukan sebagai alat untuk berbagi berkat kepada sesama, bukan sebagai tujuan yang membawa mudarat bagi sesama. Bagaimanapun kita seharusnya takut akan TUHAN. Dialah yang empunya kerajaan, kuasa, dan kemuliaan sampai selama-lamanya. [Pdt. Norita Yudiet Tompah]

DOA:
Ya Allah, ingatkan dan sadarkanlah aku ketika keinginan berkuasa memenuhi diriku. Kiranya aku hidup sesuai kehendak-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 63:1-8; Bil. 12:1-9; Why. 18:21-24
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menentang Penguasa
    Mikha 2:1-13
    “Janganlah ucapkan nubuat,” kata mereka itu, “orang tidak mengucapkan nubuat seperti itu! Noda tidak akan menimpa kita.” (Mi. 2:6)...
  • Mengubah Diri
    1 Tesalonika 4:1-18
    Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. (1Tes. 4:7) Sastrawan Leo Tolstoy mengatakan,...
  • Kita Penyebabnya
    Mazmur 80:2-8, 18-20
    Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. (Mzm. 80:4) Mike Tyson adalah seorang petinju profesional...
  • Sahabat Penghibur
    Yeremia 31:10-14
    “Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur mereka dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka.” (Yer. 31:13) Syair...
  • Sang Mempelai
    Wahyu 19:1-9
    “Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap...
Kegiatan