Jangan Remehkan Kebodohan

Mazmur 53

Belum ada komentar 68 Views

Orang bebal berkata dalam hatinya, “Tidak ada Allah!” Busuk dan jijik kecurangan mereka, tidak ada yang berbuat baik. (Mazmur 53:2)

Kata bodoh sering dihubungkan dengan prestasi akademik. Namun, dalam kehidupan sehari-hari kebodohan dapat memiliki berbagai macam arti.

Pemazmur sering menggunakan kata “bebal” yang sama dengan “bodoh”. Namun apa yang dimaksudkan oleh pemazmur jelaslah bukan kebodohan secara akademik. Bodoh atau bebal yang dimaksudkan oleh pemazmur jauh lebih berbahaya karena kebodohan itu mewujud dalam tindakan yang amat jahat. Mereka bukan saja tidak mengakui keberadaan Allah, tetapi juga menindas orang lemah, berbuat jahat, dan merusak tatanan sosial yang ada. Pemazmur menggunakan kata-kata yang teramat keras ketika menggambarkan perilaku orang bodoh ini: “busuk dan jijik kecurangan mereka”. Selain itu pemazmur juga menggunakan kata “tidak” atau negatif dalam penggambarannya: tidak ada Allah; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak; tidak sadar lagikah; tidak berseru kepada Allah. Orang semacam ini juga akan mudah dikuasai oleh ketakutan dan kepanikan meskipun tidak ada ancaman ataupun bahaya yang mendekatinya.

Firman Tuhan ini mengingatkan kita agar jangan hidup dalam kebodohan. Milikilah hati yang bijak dalam menjalani hidup ini. Akui dan hormati Allah, lakukan yang baik, jauhi kecurangan dan keserakahan, adil dan berbelaskasihanlah kepada yang lemah. Dengan demikian kehidupan kita tidak akan mudah diguncang oleh ketakutan dan kepanikan, karena kita tahu bahwa relasi kita dengan Allah maupun sesama terbangun dengan baik. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

DOA:
Ya Tuhan, ingatkan kami selalu untuk hidup dengan bijak, menjauhi kebodohan, sehingga hidup kami berkenan kepada-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Im. 25:1-19; Mzm. 53; Why. 19:9-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...