“Jangan Bawa Kami kedalam Pencobaan”

“Jangan Bawa Kami kedalam Pencobaan”

Kej. 2:15-17, 3:1-7; Mzm. 32; Rom. 5:12-19; Mat. 4:1-11

Belum ada komentar 209 Views

Permohonan “janganlah membawa kami ke dalam pencobaan”, seringkali menimbulkan pemahaman yang keliru, karena seolah-olah doa ini menjadi permohonan supaya Allah jangan bertindak mencelakakan kita dengan memasukkan kita ke dalam pencobaan. Kata “Membawa” berasal dari kata Ibrani/Aram yang secara harafiah berarti “menyebabkan pergi (jatuh)”, dengan demikian kalimatnya seharusnya dipahami menjadi “Sebabkanlah (buatlah/jagalah) kami supaya tidak masuk (jatuh) ke dalam “pencobaan” atau “bantulah kami supaya terhindar dari pencobaan”.

Dalam masyarakat kita pencobaan (baca: godaan) yang paling nyata adalah ketika orang berlomba-lomba mendapatkan keagungan melalui nama besar dan termasyhur. Oleh sebab itu surat kabar atau media lainnya terus-menerus menyampaikan pesan kepada kita: yang penting adalah dikenal, dikagumi, disanjung – entah Anda itu seorang tokoh politik, tokoh agama, pegawai, guru, pedagang, dll.

Namun sebenarnya, seperti yang digambarkan Matius, keagungan yang sejati itu seperti yang dilakukan oleh Yesus, adalah sesuatu yang tersembunyi, sederhana, rendah hati, dan tidak memaksakan diri. Tidak mudah bagi kita untuk mempercayai diri kita dan karya-karya kita tanpa pengakuan publik. Kita seharusnya mempunyai rasa percaya diri yang kuat disertai kerendahan hati yang mendalam seperti yang dilakukan oleh Yesus dalam menghadapi dan mensikapi pencobaan. Fokus Yesus bukan pada mampu atau tidak mampu, boleh atau tidak boleh, tetapi hati yang tetap berpegang teguh pada Firman yang berbicara. Sekalipun Yesus punya kuasa dan kewenangan, tetapi Ia tetap rendah hati dan tunduk pada Sabda BapaNya. Yesus menyadari bahwa ia sedang melakukan rancangan Bapa dan Ia melaksanakan dengan sabar, tekun, dan penuh cinta, tanpa harus mencari pujian.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kerajaan Allah: Bukan Lokasi dan Situasi
    Lukas 4:16-21, Lukas 11:11-13
    Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Lk. 4:21) Kerajaan Allah...
  • Kembali ke Kilometer Nol
    Yeremia 6:16, Yohanes 3:5-8
    Beginilah firman TUHAN: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik,...
  • (Tak) ‘Ku Tahu ‘Kan Hari Esok
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan...
  • Melampaui Usia, Menggugah Karya
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Tahukah Saudara arti kata ageisme? Ageisme atau ageism (dibaca : agis) adalah diskriminasi berdasarkan usia. Mungkin kita tidak familier...
  • Melampaui Stigma, Mencipta Persahabatan
    Setiap perjumpaan selalu melahirkan kesan baik yang positif maupun negatif. Kesan-kesan itu berkumpul, berkelindan, dan melekat sedemikian rupa sehingga...