Iri Hati Merampas Kegembiraan

Kejadian 4:1-16

Belum ada komentar 39 Views

“Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?” (Kej. 4:6)

Hari ini, kita kembali membaca kisah kakak-beradik: Kain dan Habel. Bisa jadi hubungan mereka semula baik-baik saja, tidak ada masalah. Persoalan muncul ketika iri mengisi ruang batin si Kakak. Mereka punya bidang pekerjaan yang berbeda: Kain menjadi seorang petani dan Habel memilih menjadi seorang gembala (Kej. 4:2).

Pada dasarnya kedua saudara ini adalah orang yang taat kepada TUHAN. Buktinya? Mereka mempersembahkan buah dari jerih lelahnya. Kain mempersembahkan hasil ladangnya dan Habel mempersembahkan anak sulung kambing dombanya. Namun, ternyata hanya persembahan Habellah yang diterima TUHAN! Apa yang terjadi dengan Kain? “Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram” (Kej. 4:5).

Coba ingat-ingat waktu kita masih kecil. Bukankah kita juga sering iri hati, cemburu manakala kakak atau adik kita mendapat perlakuan berbeda? Hati kita seperti Kain; panas, muka cemberut dan tidak ada senyum. Selanjutnya, membenci saudara kita sendiri! Iri hati bahkan bisa terus terbawa hingga kita dewasa. Banyak orang, mungkin juga kita, tidak merasa bahagia jika tetangga, teman atau kerabat berprestasi dan hidup lebih berhasil ketimbang kita. Alih-alih bersyukur, kita bergumam dalam hati, “Kenapa bukan saya atau anakku yang sukses?” Kemudian hati kita menjadi panas, sulit tersenyum dan kehilangan kegembiraan. Bahkan, ketika kita membiarkan kondisi ini berlarut, kita bisa membenci, memfitnah dan tidak mustahil membunuh! [Pdt. Nanang]

REFLEKSI:
Iri hati dapat merampas kegembiraan hidup kita. Waspadalah!

Ayat Pendukung: Mzm. 32; Kej. 4:1-16; Ibr. 4:14—5:10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Pengakuan Dan Karya
    Markus 8:27-38
    Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!” (Mrk. 8:29) Pengakuan...
  • Rajin Itu Menular!
    Amsal 21:1-17
    Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. (Ams. 21:5) “Pak pendeta,...
  • Sederhana Tetapi Menawan
    Yakobus 2:17-26
    Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. (Yak....
  • Saksi Iman
    Ibrani 11:17-22
    Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya. (Ibr. 11:22) Kita...
  • Tulus Dan Bersih Hati
    Mazmur 73:1-20
    Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya. (Mzm. 73:1) Iri hati terhadap...