Iri Hati Merampas Kegembiraan

Kejadian 4:1-16

Belum ada komentar 129 Views

“Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?” (Kej. 4:6)

Hari ini, kita kembali membaca kisah kakak-beradik: Kain dan Habel. Bisa jadi hubungan mereka semula baik-baik saja, tidak ada masalah. Persoalan muncul ketika iri mengisi ruang batin si Kakak. Mereka punya bidang pekerjaan yang berbeda: Kain menjadi seorang petani dan Habel memilih menjadi seorang gembala (Kej. 4:2).

Pada dasarnya kedua saudara ini adalah orang yang taat kepada TUHAN. Buktinya? Mereka mempersembahkan buah dari jerih lelahnya. Kain mempersembahkan hasil ladangnya dan Habel mempersembahkan anak sulung kambing dombanya. Namun, ternyata hanya persembahan Habellah yang diterima TUHAN! Apa yang terjadi dengan Kain? “Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram” (Kej. 4:5).

Coba ingat-ingat waktu kita masih kecil. Bukankah kita juga sering iri hati, cemburu manakala kakak atau adik kita mendapat perlakuan berbeda? Hati kita seperti Kain; panas, muka cemberut dan tidak ada senyum. Selanjutnya, membenci saudara kita sendiri! Iri hati bahkan bisa terus terbawa hingga kita dewasa. Banyak orang, mungkin juga kita, tidak merasa bahagia jika tetangga, teman atau kerabat berprestasi dan hidup lebih berhasil ketimbang kita. Alih-alih bersyukur, kita bergumam dalam hati, “Kenapa bukan saya atau anakku yang sukses?” Kemudian hati kita menjadi panas, sulit tersenyum dan kehilangan kegembiraan. Bahkan, ketika kita membiarkan kondisi ini berlarut, kita bisa membenci, memfitnah dan tidak mustahil membunuh! [Pdt. Nanang]

REFLEKSI:
Iri hati dapat merampas kegembiraan hidup kita. Waspadalah!

Ayat Pendukung: Mzm. 32; Kej. 4:1-16; Ibr. 4:14—5:10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Sesama Orang Berdosa
    Matius 18:21-35
    “Demikian juga yang akan diperbuat oleh BapaKu yang di surga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan...
  • Lebih Dari Sekadar Kata
    Matius 6:7-15
    Jadi, janganlah seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. (Matius 6:8) Ada seorang...
  • Jalan Alternatif
    Keluaran 14:1-18
    “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu berdiam diri saja.” (Keluaran 14:14) Dalam kehidupan, kadang kita harus menempuh jalan...
  • ALAM: Lukisan Keajaiban Tuhan
    Mazmur 114
    Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu...
  • BERBUAH
    Matius 21:18-22
    Di pinggir jalan la melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi la tidak menemukann apa-apa pada pohon itu...