INTEGRITAS

Kisah Para Rasul 5:1-11

Belum ada komentar 296 Views

“Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” (Kis. 5:4)

Istilah “integritas” berasal dari bahasa Latin integer (komplit, menyatu). Istilah yang pertama kali digunakan sekitar tahun 1450-an ini menunjuk pada sifat di mana ada kesatuan antara kata dan tindakan. Jika kita mengatakan A, maka kita juga melakukan A; bukannya mengatakan A, tetapi ternyata melakukan B.

Kisah Ananias dan Safira merupakan kisah tentang orang- orang yang tidak memiliki integritas. Tidak satu antara kata dan tindakan. Kesalahan mereka berdua tidak ada hubungannya sama sekali dengan jumlah uang yang mereka persembahkan kepada Tuhan, tetapi integritas moral mereka. Petrus marah kepada mereka bukan karena mereka memberi sedikit, tetapi karena mereka tidak jujur, tidak memiliki integritas moral.

Sekarang ini, orang-orang dengan integritas semakin langka. Makin lama tampaknya makin banyak orang yang justru bersikap munafik, licik, penuh tipu muslihat. Tampak seperti seorang yang penuh kasih sayang ketika berada di tempat kerja, tetapi ternyata senang melakukan kekerasan terhadap istri dan anak-anaknya di rumah. Atau tampak seperti seorang yang jujur di gereja, tetapi ternyata penuh tipu muslihat ketika menjalankan bisnis. Inilah orang-orang yang tidak memiliki integritas. Yesus pernah memperingatkan murid-murid-Nya agar mereka menuruti apa yang diajarkan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, tetapi jangan yang mereka lakukan (Mat. 23:3). Mengapa? Karena orang-orang ini tidak memiliki integritas moral. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja]

REFLEKSI:
Satunya kata dan tindakan harus menjadi semboyan yang tidak hanya bisa kita ucapkan, tapi juga kita lakukan dalam hidup kita.

Ayat Pendukung: Mzm. 86; 1Sam. 15:10-31; Kis. 5:1-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Yang Dipandang Hina Namun Berharga
    Yosua 2:1-14
    Yosua bin Nun dengan diam-diam mengutus dari Sitim dua orang pengintai, katanya, “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan Kota Yerikho.”...
  • Berseru Kepada Tuhan
    Mazmur 107:1-7, 33-37
    Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan Ia melepaskan mereka dari kesusahan mereka. (Mazmur 107:6) Ada banyak...
  • Ke Mana Hati Kita Melekat?
    Matius 19:16-22
    Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan...
  • Apa Yang Terpancar Dari Wajah Kita?
    Keluaran 34:29-35
    Lalu Musa turun dari Gunung Sinai dengan kedua loh hukum di tangannya. Ketika turun dari gunung itu, ia tidak...
  • Melakukan Karena Mencintai
    Mazmur 119:41-48
    Aku menggemari perintah-perintah-Mu yang memang kucintai. (Mazmur 119:47) Masih ingatkah ketika Saudara jatuh cinta kepada seseorang? Ketika sedang jatuh...