Iman Yang Kritis

Matius 11:2-11

Belum ada komentar 2 Views

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis ….” (Mat. 11:11)

Bolehkah kita mempertanyakan iman kita? Salahkah kita, jika kita meragukan ajaran agama kita? Dosakah kita, jika kita mempertanyakan Tuhan? Bertanya dan ragu adalah bagian dari sebuah proses pemikiran yang kritis. Kekritisan itu akan menuntun kita menemukan pemikiran-pemikiran yang yang lebih luas dan jelas. Maka, bukanlah sebuah dosa atau kesalahan jika kita mempertanyakan atau meragukan sesuatu dalam iman kita, bahkan mempertanyakan Tuhan.

Yohanes Pembaptis ragu. Dia membutuhkan kepastian bahwa Yesus adalah ‘Mesias’ yang dinantikan. Keyakinannya di awal (Mat. 3:13-17) tentang Yesus ternyata perlu bukti yang meyakinkan. Para murid yang bertanya kepada Yesus mendapatkan jawaban agar Yohanes melihat tanda-tanda yang sudah jelas dilakukan Yesus. Sekalipun Yohanes meragukan kehadiran Yesus, tetapi Yesus menganggap Yohanes adalah seorang yang besar, bahkan seperti Nabi Elia (bdk. ayat 14). Yohanes Pembaptis hanya perlu diyakinkan.

Maka, menjadi wajarlah jika kita mempertanyakan sesuatu dalam iman kita. Tetapi pertanyaan atau keraguan itu hendaknya menuntun kita untuk terus maju mencari jawaban, dan bukan mundur. Kekritisan yang kita miliki adalah bekal untuk mengenal Tuhan semakin dekat lagi. Yang juga menjadi penting adalah kesediaan kita membuka pikiran terhadap bukti-bukti yang Tuhan berikan. Kritis, terbuka, mencari jawab, juga bersedia dijawab Tuhan. (Pdt. Novita Sutanto) 

DOA:

Tuhan, berikan kami hikmat untuk memahami bukti-bukti kehadiran-Mu dalam hidup kami. Amin.

Ayat Pendukung: Yes.35:1-10, Mzm. 146:5-10/Luk. 1:46b-55; Yak. 5:7-10; Mat. 11:2-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Meninggalkan Segala Hal Dan Mengikut Tuhan
    Matius 4:12-23
    … dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia. (Mat. 4:22) “Kenapa kamu pindah kerja?” “Karena gajinya...
  • Menyambut Yang Berdosa
    Luk. 5:27-32
    Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai...
  • Allah Tidak Memandang Muka
    Galatia 2:1-10
    Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu – bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak...
  • Firman Allah, Bukan Pendapat Manusia
    Galatia 1:11-24
    Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus....
  • Kebahagiaan Dari Tuhan
    Yesaya 48:12-21
    “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah...
Kegiatan