Iman Sebagai Kebenaran

Ibrani 11:1-12

Belum ada komentar 115 Views

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibr. 11:1)

Kebenaran sering kali dibatasi hanya pada hal-hal yang dapat diverifikasi dengan panca indera dan bisa dinalar dengan logika. Padahal, pengalaman sudah membuktikan bahwa kebenaran itu melampaui logika. Kebenaran tidak selalu bisa dilihat dengan mata yang terbatas jarak pandangnya, tetapi ia ada dan dialami oleh orang beriman dari masa ke masa.

Firman hari ini menyuguhkan kesaksian iman yang sulit diterima kalau manusia hanya bersandar pada rasio dan indera yang terbatas. Sebab, ada kuasa yang tak terlihat yang menciptakan dunia dan segala sesuatu yang hari ini manusia lihat. Habel, Henokh, juga Abraham dan Sara, mengalami Allah yang melingkupi dan memenuhi hidup mereka dengan berkat yang tidak bisa mereka prediksi dan amati sebelumnya. Namun, Allah menjanjikan berkat itu kepada mereka, dan mereka meresponsnya dengan iman. Semua terjadi menurut kuasa dan waktu Tuhan. Karena itu, penulis Ibrani menyimpulkan bahwa iman adalah dasar dari harapan dan bukti dari apa yang belum kelihatan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, perjalanan di tahun yang baru ini memang masih terselubung kabut misteri. Namun, kita patut mengamini iman sebagai kebenaran. Apa yang akan terjadi nanti tak terjangkau oleh logika dan mata kita. Namun, sebagaimana Allah menyertai dan memberkati para orang beriman di masa lalu, Allah pun berjanji menyertai kita di masa kini. Peganglah janji Tuhan itu sebagai kebenaran iman. [Pdt. Hariman Pattianakotta]

REFLEKSI:
Iman adalah fondasi kokoh yang menopang setiap kaki yang berjalan gontai untuk meraih asa dan janji Tuhan di sepanjang perjalanan.

Ayat Pendukung: Mzm. 20; Kej. 12:1-7; Ibr. 11:1-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ragi Farisi Dan Saduki
    Matius 16:5-12
    Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa Ia berbicara bukan supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang...
  • Berbakti Kepada Orangtua
    Kejadian 49:29-50:14
    Anak-anak Yakub melakukan baginya, seperti yang dipesankannya kepada mereka. (Kejadian 50:12) Salah satu bentuk penghormatan dan bakti seorang anak...
  • VOTUM
    Mazmur 124
    Pertolongan kita dalam nama TUHAN, yang menciptakan langit dan bumi. (Mazmur 124:8) Pada umumnya, ibadah dimulai dengan pengucapan votum....
  • Aku Mau, Aku Akan Datang
    Matius 8:1-13
    “Aku mau, jadilah tahir … Aku akan datang menyembuhkannya.” (Matius 8:3a, 7b) “Pak Pendeta, saya sudah tekun berdoa. Bahkan,...
  • Kemelut Mengubah Tabiat
    Kejadian 44:1-34
    Sekarang, biarlah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu. Namun, izinkanlah anak itu pulang bersama-sama saudara-saudaranya. (Kejadian...