Identitas Anda Selamanya Berasal dari Keluarga Allah

Belum ada komentar 73 Views

Bacaan Hari ini:
Efesus 2:19 “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,”

*Identitas kita kebanyakan berdasarkan pada hubungan-hubungan kita dengan orang lain.*

Saya seorang cucu.
Saya seorang putra.
Saya seorang suami.
Saya seorang kakek.
Saya seorang anggota tim.
Saya seorang anggota persekutuan wilayah.
Saya seorang pendeta.
Saya seorang majikan.
Saya ini dan itu.
Hubungan-hubungan itu mendefinisikan siapa diri saya.

Kita tahu siapa diri kita di dalam hubungan kita dengan orang lain. Mereka yang telah mengalami perceraian atau kematian orang terkasih tentu paham hal ini. Ketika hubungan tersebut berakhir, banyak dari mereka yang kesulitan untuk memahami identitas mereka. Contoh lainnya, ketika mereka dipecat dari pekerjaan yang selama ini telah membentuk identitas mereka, maka begitu sulit untuk mereka untuk mendapat kejelasan tentang siapa diri mereka.

Itulah sebabnya, Tuhan ingin kita memiliki identitas diri dari suatu hubungan yang tidak akan pernah berakhir: hubungan kita dengan keluarga-Nya.

Alkitab berkata, “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,” (Efesus 2:19).

Apa pun keluarga yang pernah Anda miliki di masa lalu… Identitas Anda tidak berasal dari sana. Identitas Anda berasal dari hubungan Anda dengan keluarga Tuhan.

Malah sesungguhnya, keluarga fisik Anda hanyalah saluran untuk membimbing Anda kepada keluarga Tuhan.

Tuhan memakai orang tua Anda — baik apakah mereka orang tua yang baik atau orang tua yang buruk — untuk mendatangkan Anda ke dunia. Namun tujuan Ia yang sejati bukanlah untuk membuat Anda tetap berada di dalam keluarga itu; melainkan untuk menempatkan Anda ke dalam keluarga-Nya.

Keluarga rohani Anda sesungguhnya lebih penting daripada keluarga fisik Anda.
Keluarga fisik Anda tidak akan ada untuk selamanya. Mereka tumbuh dewasa. Mereka pindah. Mereka bercerai. Mereka mati.

Namun, keluarga spiritual Anda akan ada untuk selamanya. Apabila keluarga Anda dibangun di atasnya, maka itu akan ada kekal selamanya.

Renungkan hal ini:
– Pikirkan suatu waktu dalam hidup Anda ketika kematian dalam sebuah hubungan memengaruhi rasa identitas Anda? Seperti apakah rasanya?
– Bagaimana Anda menginvestasikan hidup Anda ke dalam hal-hal yang benar-benar penting; hal-hal yang akan bertahan kekal selamanya?
– Bagaimana Anda dapat lebih memahami identitas Anda melalui hubungan Anda dengan keluarga Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 132-134; I Korintus 11:17-34

Keluarga rohani yaitu Keluarga Allah, dipersatukan dalam persekutuan lewat darah Kristus. Tidak ada ikatan yang lebih kuat selain dalam kasih dan korban Kristus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • BERDIAMLAH
    Matius 17:1-9
    Kata Petrus kepada Yesus, “Tuhan sungguh baik kita berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biariah kudirikan di sini...
  • Sikap Terhadap Kebenaran
    Markus 9:9-13
    Tetapi, Aku berkata kepadamu: Elia memang sudah datang dan orang memperiakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada...
  • Perjumpaan Allah dan Manusia
    Keluaran 19:19b-25
    Lalu TUHAN turun ke atas Gunung Sinai, ke puncak gunung itu. Kemudian TUHAN memanggil Musa ke puncak gunung itu,...
  • Tanggung Jawab
    Mazmur 2
    Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai hakim-hakim dunia! Layanilah TUHAN dengan takut dan bersukacitalah dengan...
  • Kebenaran Mutlak
    Yohanes 8:12-30
    Kata Yesus kepada mereka, “Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku...