Identitas Anda Selamanya Berasal dari Keluarga Allah

Belum ada komentar 87 Views

Bacaan Hari ini:
Efesus 2:19 “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,”

*Identitas kita kebanyakan berdasarkan pada hubungan-hubungan kita dengan orang lain.*

Saya seorang cucu.
Saya seorang putra.
Saya seorang suami.
Saya seorang kakek.
Saya seorang anggota tim.
Saya seorang anggota persekutuan wilayah.
Saya seorang pendeta.
Saya seorang majikan.
Saya ini dan itu.
Hubungan-hubungan itu mendefinisikan siapa diri saya.

Kita tahu siapa diri kita di dalam hubungan kita dengan orang lain. Mereka yang telah mengalami perceraian atau kematian orang terkasih tentu paham hal ini. Ketika hubungan tersebut berakhir, banyak dari mereka yang kesulitan untuk memahami identitas mereka. Contoh lainnya, ketika mereka dipecat dari pekerjaan yang selama ini telah membentuk identitas mereka, maka begitu sulit untuk mereka untuk mendapat kejelasan tentang siapa diri mereka.

Itulah sebabnya, Tuhan ingin kita memiliki identitas diri dari suatu hubungan yang tidak akan pernah berakhir: hubungan kita dengan keluarga-Nya.

Alkitab berkata, “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,” (Efesus 2:19).

Apa pun keluarga yang pernah Anda miliki di masa lalu… Identitas Anda tidak berasal dari sana. Identitas Anda berasal dari hubungan Anda dengan keluarga Tuhan.

Malah sesungguhnya, keluarga fisik Anda hanyalah saluran untuk membimbing Anda kepada keluarga Tuhan.

Tuhan memakai orang tua Anda — baik apakah mereka orang tua yang baik atau orang tua yang buruk — untuk mendatangkan Anda ke dunia. Namun tujuan Ia yang sejati bukanlah untuk membuat Anda tetap berada di dalam keluarga itu; melainkan untuk menempatkan Anda ke dalam keluarga-Nya.

Keluarga rohani Anda sesungguhnya lebih penting daripada keluarga fisik Anda.
Keluarga fisik Anda tidak akan ada untuk selamanya. Mereka tumbuh dewasa. Mereka pindah. Mereka bercerai. Mereka mati.

Namun, keluarga spiritual Anda akan ada untuk selamanya. Apabila keluarga Anda dibangun di atasnya, maka itu akan ada kekal selamanya.

Renungkan hal ini:
– Pikirkan suatu waktu dalam hidup Anda ketika kematian dalam sebuah hubungan memengaruhi rasa identitas Anda? Seperti apakah rasanya?
– Bagaimana Anda menginvestasikan hidup Anda ke dalam hal-hal yang benar-benar penting; hal-hal yang akan bertahan kekal selamanya?
– Bagaimana Anda dapat lebih memahami identitas Anda melalui hubungan Anda dengan keluarga Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 132-134; I Korintus 11:17-34

Keluarga rohani yaitu Keluarga Allah, dipersatukan dalam persekutuan lewat darah Kristus. Tidak ada ikatan yang lebih kuat selain dalam kasih dan korban Kristus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ikut Menghadirkan Kerajaan Surga
    Matius 13:31-33, 44-52
    “Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diaduk ke dalam tepung terigu sebanyak empat puluh liter...
  • TANDA SALIB
    Matius 12:38-42
    … demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. (Matius 12:40b) Udin merasa...
  • Tidak Ada Yang Kebetulan
    Kejadian 29:9-14
    Selagi ia berbicara dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya. (Kejadian 29:9) Banu sedang...
  • Kasih Bagi Ribuan Generasi
    Mazmur 105:1-11,45b
    Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang ditetapkan-Nya bagi seribu generasi. (Mazmur 105:8) Sore itu, di teras rumahnya,...
  • Kekuatan Kelembutan Hati
    Matius 12:15-21
    Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan keadilan...