Ibadah yang Sejati

Hosea 6:1-6

Belum ada komentar 133 Views

Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran. (Hos.6:6)

Seorang remaja ditemukan mengalami depresi berat. la mengurung diri di kamarnya. Psikiater didatangkan untuk menolongnya. Orangtuanya heran mengapa anaknya menjadi depresi. Padahal, selama ini mereka selalu memenuhi kebutuhan fisik si anak. Bahkan, kamarnya penuh dengan barang-barang teknologi terkini yang menyenangkan bagi anak seusianya. Setelah sekian sesi percakapan dan pendampingan si anak mengungkapkan isi hatinya, “Aku merindukan papa dan mama hadir dalam hidupku, bukan pemberian-pemberian mereka.”

Melalui Nabi Hosea, Allah mengingatkan bahwa la tidak bisa dibohongi. Tindakan ritual berupa kurban sembelihan dan kurban bakaran tidak disukai Allah jika umat-Nya masih senang melakukan kejahatan. Apa yang disukai Allah ialah kesetiaan yang berangkat dari kasih. Relasi yang makin hari makin baik untuk mengenal kasih Allah jauh lebih bermakna ketimbang segenap pemberian barang-barang mati untuk-Nya.

Kita tentu ingat nasihat Rasul Paulus dalam Roma 12:1. Tubuh kita harusnya menjadi persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah. Itulah ibadah yang sejati. Segenap pemberian tanpa relasi yang saling memahami dan mengasihi adalah bentuk penyuapan. Allah menghendaki diri kita seutuhnya. Pikiran, waktu, tenaga, jauh lebih bermakna ketimbang benda-benda mati. Allah menyukai kejujuran, kerendahan hati, dan kesetiaan kita untuk selalu belajar mengenali kehendak-Nya dan hidup dalam anugerah-Nya. [Pdt. Essy Eisen]

DOA:
Ya Tuhan, aku mau mengenal kehendak-Mu dan mengasihi-Mu dengan setia, lebih daripada segenap pemberian benda-benda mati. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 85:2-3, 9-14; Hos. 6:1-6; 1Tes. 1:2-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Sahabat Dalam Perjalanan
    Lukas 24:13-35
    Lalu kedua orang itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenali Dia pada waktu...
  • Tanpa Pamrih
    Lukas 14:12-14
    Tetapi, apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh,…. Engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai...
  • Damai Di Tengah Badai
    Yesaya 26:1-4
    Yang teguh hatinya Kaujaga dengan damai sejahtera, …sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah...
  • Merespons Kasih Tuhan
    Mazmur 116:1-4, 12-19
    Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? (Mazmur 116:12) Rasa syukur bukan hanya tentang mengucapkan terima kasih, tetapi...
  • Tanda Yunus
    Matius 12:38-42
    Jawab-Nya kepada mereka, “Generasi yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan...