Hikmat: Pohon Kehidupan

Amsal 3:13 - 18

Belum ada komentar 147 Views

Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang berpaut padanya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia. (Amsal 3:18)

Apa yang dimaksud dengan hikmat? Hikmat lebih dari sekadar pengetahuan. Hikmat adalah kemampuan untuk melihat situasi dari perspektif yang lebih luas, memahami dampak dari setiap pilihan, dan kemudian mengambil keputusan yang bijak sesuai dengan kehendak Tuhan. Jadi, hikmat bukanlah sesuatu yang bisa kita peroleh dari kecerdasan atau pengalaman hidup kita semata. Utamanya, hikmat adalah buah dari relasi kita yang hangat dengan Tuhan.

Amsal menyebut hikmat sebagai pohon kehidupan. Apa maknanya bagi kita? Pertama, pohon terus tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu. Demikian juga hikmat. Semakin kita mencari dan menempatkan kehendak Tuhan dalam hidup kita, maka kita akan semakin bijak dalam menjalani hidup. Kedua, pohon yang berakar kuat akan tumbuh subur dan tahan terhadap badai. Begitu pula dengan hikmat yang berakar kuat pada Tuhan, yang akan membuat kita teguh dalam iman ketika menghadapi pergumulan. Ketiga, pohon memberikan keteduhan bagi mereka yang berada di bawahnya. Demikian pula dengan hikmat; mereka yang berhikmat akan menjadi tempat perteduhan bagi mereka yang membutuhkan.

Berakar dan bertumbuhlah di dalam Tuhan. Jadilah tempat perteduhan dan sumber kekuatan bagi sesama yang sedang berada dalam pergumulan. Itulah artinya hidup dengan penuh hikmat. Dengan demikian, hidup kita akan bermakna bagi kehidupan bersama dan memuliakan nama Tuhan. [Pdt. Jotje Hanri Karuh]

DOA:
Tuhan, mampukan kami hidup dalam hikmat yang bersumber pada-Mu agar hidup kami berbahagia, yaitu ketika hidup kami bermakna bagi sesama dan memuliakan nama-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Ams. 3:13-18; Mzm. 8; Ef. 1:17-19
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Melupakan Hidup Lama
    Mazmur 45:10-17
    Dengarlah, hai Putri, lihatlah, dan pasanglah telingamu, lupakanlah bangsamu dam seisi rumah ayahmu! (Mazmur 45:11) Pernahkah Saudara menyaksikan resepsi...
  • Kecaman Kepedulian
    Matius 11:20-24
    Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya, (Matius 11:20) Pernahkah...
  • Hanya Tuhan, Allah Kami
    1 Raja-raja 18:36-39
    Melihat kejadian itu, seluruh rakyat sujud serta berkata, “TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!” (1 Raja-raja 18:39) Tanpa disadari,...
  • Takhta Allah Tak Goyah
    Mazmur 47
    Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. (Mazmur 47:9) Dalam era digital, kita...
  • SAMBUTLAH DIA!
    Matius 10:40-42
    Siapa saja yang menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan siapa yang menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku....