Hidup Bersama Tuhan Adalah Kebahagiaan

Ibrani 11:23-28

Belum ada komentar 252 Views

Ia menganggap penghinaan akan Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir …. (Ibr. 11:26)

Seorang anak sangat gemar bermain pasir. Ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam di tepi pantai untuk membuat berbagai hal dari pasir. Orangtuanya berulang-ulang mengatakan dan mengingatkan bahwa mereka telah membelikan mainan yang jauh lebih baik, lebih bernilai dan lebih edukatif bagi si anak. Tetapi, si anak sudah kadung asyik dengan pasirnya dan menolak pemberian orangtuanya.

Musa adalah salah seorang pemimpin Israel yang tersohor. Dia juga seorang nabi dan perantara pemberian Taurat kepada Israel. Musa lahir di Mesir, di masa ketika sedang terjadi pembunuhan terhadap bayi-bayi orang Ibrani. Musa diselamatkan dan dibesarkan di istana Firaun oleh putri Firaun (Kel. 2:6,10). Namun, Musa rela meninggalkan kemewahan hidup di istana Firaun untuk kemudian mengembara di gurun dan menjadi pelayan Tuhan. Musa tidak terbius oleh kemewahan dan kenikmatan istana Firaun. Ia percaya Allah memiliki rancangan masa depan yang jauh lebih baik baginya. Iman kepada Allah memampukan Musa melihat jauh ke depan, melampaui keadaan yang dihadapinya.

Mari kita renungkan, apakah hidup kita merupakan hidup yang gampang dipuaskan; mudah merasa puas dengan hal- hal yang ada di dunia ini? Baiklah kita menyadari bahwa Tuhan menyediakan berkat yang jauh lebih baik dan lebih indah bagi kita, lebih dari yang kita lihat dan nikmati di dunia ini. Hidup bersama Tuhan adalah hal terbaik dan terindah: kebahagiaan. [Pdt. Indra Kurniadi Tjandra]

DOA:
Tuhan, ajarlah aku berbahagia di dalam Engkau.

Ayat Pendukung: Mzm. 2; Kel. 19:9b-25; Ibr. 11:23-28
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tidak Sendirian
    Mazmur 142
    Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku, “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang hidup!” (Mazmur 142:6) Semua orang, dalam...
  • Bukan Sekadar Mengaminkan
    Matius 13:1-9, 18-23
    “Yang ditaburkan di tanah yang baik artinya orang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada...
  • Tidak Tinggal Dalam Gelap
    Yohanes 12:44-50
    Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku jangan tinggal di dalam kegelapan....
  • Dijaga Seperti Biji Mata
    Ulangan 32:1-10
    … Dikelilingi dan diawasi-Nya dia, dijaga-Nya seperti biji mata-Nya. (Ulangan 32:10b) Ada seseorang yang memiliki barang yang dianggapnya sangat...
  • Mencondongkan Hati Kepada Firman
    Mazmur 119:105-112
    Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mazmur 119:105) Pernahkah Saudara tersesat dalam kegelapan total? Mungkin saat...