HIDUP atau MATI?

Wahyu 3:1-6

Belum ada komentar 71 Views

“Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!” (Why. 3:1)

Banyak orang tidak percaya hidupnya menjadi begitu mengenaskan. Dulu semua orang mengenalnya sebagai Indradewa, sang pewaris kekayaan keluarga yang tak terhitung jumlahnya. Bagaimana mungkin sekarang ia harus memohon belas kasihan kepada orang lain untuk bisa bertahan hidup? Banyak orang mengatakan ia melakukan kesalahan manajemen hidup. Ia terlena di dalam kemewahan dan terlalu malas untuk berpikir bagaimana mengelola warisan keluarganya dengan baik.

Tujuh ratus tahun sebelum surat ini ditulis, Sardis merupakan salah satu dari beberapa kota terhebat di dunia. Namun, pada saat Yohanes menulis surat kepada jemaat di Sardis, kota ini sudah mengalami kemunduran. Orang-orang Sardis yang dulu hebat telah menjadi orang-orang lemah. Dua kali mereka kehilangan kotanya karena terlalu malas untuk berjaga-jaga. Kemalasan ini juga terjadi pada persekutuan umat. Gereja telah kehilangan gairah hidupnya. Gereja seolah-olah telah menjadi mayat. Karena itulah, Tuhan menegur mereka dengan keras, “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!” (Why. 3:1).

Ada bahaya ketika seseorang telah berada di zona nyaman, yaitu rasa puas diri. Perasaan puas diri sering kali membuat orang terlena sehingga tidak berbuat apa-apa. Namun, panggilan kehidupan adalah berkarya dan berbuah. Jangan sampai orang lain tidak dapat membedakan apakah kita hidup atau sudah mati. [Pdt. Lindawati Mismanto]

REFLEKSI:
Tanda kehidupan adalah buah yang berdampak bagi kehidupan ini.

Ayat Pendukung: Mzm. 63:2-9; Dan. 12:1-4; Why. 3:1-6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...