syukur

Hendaklah Hatimu Melimpah Dengan Syukur

Kolose 2:7

1 Komentar 1793 Views

Kita kerap mempermurah makna syukur hanya sebagai reaksi hati, atau malah emosional, atas berkat atau keberuntungan yang kita percaya datang dari Allah. Namun, kata “syukur” di dalam ayat ini sangat mengesankan. Dalam teks asli berbahasa Yunani, dipergunakan kata eucharistia (εὐχαριστίᾳ) yang tentu segera mengingatkan kita pada Perjamuan Kudus atau Ekaristi. Di dalam Perjamuan Kudus, kita mensyukuri pemberian terbesar dari Allah melalui Kristus, yaitu rahmat (charis). Rahmat ini melampaui semua pemberian lain di dalam hidup kita, seperti harta, pekerjaan, kesembuhan, dan lain sebagainya. Sebab, apa yang dirahmatkan adalah kehidupan dan keselamatan itu sendiri. Artinya, sekalipun kita tidak seberuntung orang lain dalam menikmati hal-hal tersebut, masih tetap ada alasan sangat kuat bagi kita untuk bersyukur, yaitu karena kita menerima pemberian terbesar di dalam hidup kita: Rahmat atau anugerah keselamatan. Dan itu cukup! Bahkan, lebih dari cukup!

Paulus menegaskan pemberian Allah terbaik ini di dalam ayat 6, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita.” Menerima Kristus berarti menerima Allah itu sendiri, sebab, kata Paulus, “dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan” (ay. 9). Bagi saya, ini sudah cukup, bahkan jauh dari apa yang mampu saya bayangkan dapat saya terima dari Allah. Semoga demikian pun Anda.

ja

1 Comment

  1. bibit sudibyo

    selamat siang!
    dalam alinea pertama bagian kalimat terakhir : ….. _kita menerima pemberian terbesar di dalam hidup kita: Rahmat atau anugerah keselamatan. Dan itu cukup! Bahkan, lebih dari cukup_ . Kalimat ini mengesankan bahwa KESELAMATAN itu anugerah/ pemberian/ hadiah; kita/ manusia tinggal percaya dan menerimanya, lalu selamat! tanpa respon yang “aktif”. Padahal ada ayat yang menekankan supaya kita ….. BERJUANGLAH UNTUK KESELAMATANMU.
    Demikianjuga kalimat … AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP. BELIAU bukan memberi/menghadiahi keselamatan,tapi membuka jalan menuju keselamatan itu. Bukankah JALAN adalah yang harus dilewati, bukan diterima saja; harus dilakoni, berjuang dgn sungguh2 karena jalan itu sempit.
    Demikian dari saya,semoga dapat ditangkap maksud saya ini. dan maaf kalau saya salah mengerti.
    Terima kasih,salam hormat

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...