syukur

Hendaklah Hatimu Melimpah Dengan Syukur

Kolose 2:7

1 Komentar 309 Views

Kita kerap mempermurah makna syukur hanya sebagai reaksi hati, atau malah emosional, atas berkat atau keberuntungan yang kita percaya datang dari Allah. Namun, kata “syukur” di dalam ayat ini sangat mengesankan. Dalam teks asli berbahasa Yunani, dipergunakan kata eucharistia (εὐχαριστίᾳ) yang tentu segera mengingatkan kita pada Perjamuan Kudus atau Ekaristi. Di dalam Perjamuan Kudus, kita mensyukuri pemberian terbesar dari Allah melalui Kristus, yaitu rahmat (charis). Rahmat ini melampaui semua pemberian lain di dalam hidup kita, seperti harta, pekerjaan, kesembuhan, dan lain sebagainya. Sebab, apa yang dirahmatkan adalah kehidupan dan keselamatan itu sendiri. Artinya, sekalipun kita tidak seberuntung orang lain dalam menikmati hal-hal tersebut, masih tetap ada alasan sangat kuat bagi kita untuk bersyukur, yaitu karena kita menerima pemberian terbesar di dalam hidup kita: Rahmat atau anugerah keselamatan. Dan itu cukup! Bahkan, lebih dari cukup!

Paulus menegaskan pemberian Allah terbaik ini di dalam ayat 6, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita.” Menerima Kristus berarti menerima Allah itu sendiri, sebab, kata Paulus, “dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan” (ay. 9). Bagi saya, ini sudah cukup, bahkan jauh dari apa yang mampu saya bayangkan dapat saya terima dari Allah. Semoga demikian pun Anda.

ja

1 Comment

  1. bibit sudibyo

    selamat siang!
    dalam alinea pertama bagian kalimat terakhir : ….. _kita menerima pemberian terbesar di dalam hidup kita: Rahmat atau anugerah keselamatan. Dan itu cukup! Bahkan, lebih dari cukup_ . Kalimat ini mengesankan bahwa KESELAMATAN itu anugerah/ pemberian/ hadiah; kita/ manusia tinggal percaya dan menerimanya, lalu selamat! tanpa respon yang “aktif”. Padahal ada ayat yang menekankan supaya kita ….. BERJUANGLAH UNTUK KESELAMATANMU.
    Demikianjuga kalimat … AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP. BELIAU bukan memberi/menghadiahi keselamatan,tapi membuka jalan menuju keselamatan itu. Bukankah JALAN adalah yang harus dilewati, bukan diterima saja; harus dilakoni, berjuang dgn sungguh2 karena jalan itu sempit.
    Demikian dari saya,semoga dapat ditangkap maksud saya ini. dan maaf kalau saya salah mengerti.
    Terima kasih,salam hormat

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
  • Rasa Haus
    Air menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan. Banyak hal membutuhkan air. Mulai dari tubuh manusia sebagian besar terdiri...
  • Apa yang kita letakkan pertama?
    Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4-14; Matius 21:33-46
    “Selalu ada yang pertama untuk segalanya.” Apa anda pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, sebagian besar dari kita tentu akan...
Kegiatan