Hanya Di Bibir, Tidak Di Hati

Matius 15:1-9

Belum ada komentar 90 Views

“Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” (Mat. 15:8)

Beberapa orang Farisi dan ahli Taurat mempertanyakan pola pengajaran Yesus kepada para murid. Bagi mereka, Yesus mengajarkan para murid melanggar adat istiadat nenek moyang perihal mencuci tangan sebelum makan. Zaman itu, pada satu sisi, mendapatkan air bersih tidak semudah di zaman kini. Di sisi lain, sanitasi tidak sebersih zaman kini. Karena itu, mencuci tangan sebelum makan diadatkan demi kesehatan masyarakat. Namun, begitu diadatkan, terminologi najis dan murni menyetara dengan ranah kotor dan bersih.

Pertanyaan orang-orang Farisi dan ahli Taurat, bagi Yesus, adalah pertanyaan munafik. Mereka memberlakukan adat secara tidak konsisten, hanya demi membenarkan pendirian mereka. Atas perilaku mereka, Yesus mengajarkan tentang menaati firman hingga masuk ke hati (Yun. kardia), bukan sekadar hafalan. Sebab, dari kardia (rasa dan pikir) keluar kata dan laku yang murni atau najis.

Dalam renungan kemarin, firman Tuhan mengajarkan tentang bersikap, bukan berteori. Hari ini, firman Tuhan mengajarkan tentang menaati firman dari hati, bukan hanya di mulut. Menyimpan ajaran Tuhan hanya di kepala akan menjadikah firman sebagai teori dan hafalan yang dipertontonkan. Memasukkan firman hingga ke hati akan memuliakan Allah melalui kesejalanan antara kata dan perbuatan. Intinya, ketaatan kepada firman dalam keseharian akan terlihat di dalam praksis kehidupan, bukan hanya wacana. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Ya Allah, bimbinglah saya menjalankan firman-Mu secara taat dan konsisten di dalam keseharian. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 119:1-8; Ul. 30:1-9a; Mat. 15:1-9
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menjadi Bagian Dari Solusi
    Yohanes 9:1-41
    Jawab Yesus, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes 9:3)...
  • Harapan Di Tengah Krisis
    Yohanes 1:1-9
    Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yohanes 1:9) Krisis selalu memiliki dua sisi....
  • Konsekuensi Ketidaktaatan
    1 Samuel 15:22-31
    Tetapi, kata Samuel kepada Saul, “Aku tidak mau kembali bersamamu, sebab engkau telah menolak firman TUHAN, maka TUHAN pun...
  • Gada dan Tongkat Yang Meneguhkan
    Mazmur 23
    Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang meneguhkan...
  • Memuliakan Allah
    Yohanes 7:14-31, 37-39
    Siapa yang berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi siapa yang mencari hormat bagi Dia...