HALELUYA

Mazmur 150

Belum ada komentar 113 Views

Hendaklah segala yang bernapas memuji TUHAN! Haleluya! (Mzm. 150:6)

Haleluya! Kata ini tidak asing dalam kehidupan kita, bukan? Pada saat kita mendengar ada suatu kebaikan Tuhan yang dialami oleh seseorang, maka kata itu disebutkan. Pada konteks tersebut, kata ‘haleluya’ menjadi semacam ungkapan syukur, sekaligus sebuah kekaguman akan karya Tuhan dalam kehidupan kita. Maka, pertanyaan yang perlu direnungkan adalah, “Kapan terakhir kali Anda mengagumi kebaikan Tuhan? Kebaikan Tuhan seperti apa yang Anda rasakan akhir-akhir ini?”

Pemazmur mengajak umat untuk memuji Tuhan. Mazmur 150 ini diawali dan diakhiri dengan seruan: haleluya! Kata ‘haleluya’ sendiri artinya adalah pujilah Tuhan. Itu berarti, Mazmur 150 adalah sebuah mazmur yang mengajak umat untuk senantiasa memuji Tuhan. Selalu ada alasan untuk memuji Dia. la adalah Allah yang perkasa dalam segala ciptaan-Nya. Kita dapat memujinya dengan segenap alat musik: sangkakala, gambus, kecapi, atau alat musik lainnya. Kita bisa memujinya dengan gerakan, yakni: tari-tarian. Semua yang bernafas diundang untuk memuji Dia.

Memuji Tuhan oleh karena kebaikan-Nya, berarti kita mengakui bahwa Dia adalah Allah yang tetap berkarya. Ia berkarya bersama dengan kita, di saat kita bekerja, melayani, menjalani pendidikan, atau bahkan di saat kita berkomunikasi dengan sesama. Dengan menyadari bahwa Allah berkarya bersama kita, maka itu berarti kita memuji Dia dengan segala yang kita pikirkan dan lakukan. [Pdt. Natanael Setiadi]

DOA:
Ya Tuhan, ajari hamba untuk senantiasa mengagumi kebaikan dan karya-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Ams. 9:1-6; Mzm. 150; Mrk. 16:9-18
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Percaya Penuh
    Kejadian 6:11-22
    Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. (Kejadian 6:22) Dalam pergaulan dan komunikasi...
  • Kecenderungan Hati
    Kejadian 6:1-10
    TUHAN meiihat betapa besarnya kejahatan manusia di bumi, dan segaia kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. (Kejadian 6:5) Dalam...
  • Doa Bagi Indonesia
    Mazmur 122
    Berdoalah untuk damai sejahtera Yerusalem, “Kiranya orang-orang yang mencintaimu hidup sentosa’.’ (Mazmur 122:6) Apakah Saudara bangga menjadi orang Indonesia?...
  • Dikagumi dan Dibenci
    Yesaya 60:8-16
    Sebagai ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci, dan tidak dilalui seorang pun, sekarang Aku akan membuat engkau menjadi...
  • TUHAN, Sang Juruselamat
    Yesaya 33:17-22
    Sebab, TUHANlah Hakim kita, TUHANlah panglima kita; TUHANlah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita. (Yesaya 33:22) Bagaimanakah kita mengenal...