Hadapi Perasaan Anda agar Anda bisa Bebas

Belum ada komentar 17 Views

Bacaan Hari ini:
Mazmur 77: 1-2 “Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Asaf.
Aku mau berseru-seru dengan nyaring kepada Allah, supaya Ia mendengarkan aku. Pada hari kesusahanku aku mencari Tuhan; malam-malam tanganku terulur dan tidak menjadi lesu, jiwaku enggan dihiburkan.”

Pernahkah Anda menjatuhkan botol soda dan setelah itu membukanya? Apa yang biasanya terjadi? Itu jadi berantakan.

Respons terburuk yang mungkin muncul atas luka yang terpendam dalam hidup Anda ialah menutup rapat-rapat mulut Anda. Itu ibaratnya mengocok botol soda. Suatu hari, Anda akan meledak!

Memendam luka yang tersembunyi akan membuat Anda lelah.
Alkitab berkata, “Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;” (Mazmur 32: 3).

Anda tidak akan pernah bisa mengatasi rasa sakit tersebut sampai Anda berhadapan dengan perasaan Anda secara langsung dengan cara mengakuinya kepada Tuhan, diri Anda sendiri, dan kepada orang lain

Banyak orang mencoba melalui rasa sakit mereka dengan mengakuinya kepada Tuhan dan diri mereka sendiri, tetapi kemudian tidak menceritakannya kepada orang lain. Jika Anda melakukan itu, Anda tak akan pernah berhasil. Mengakui rasa sakit Anda kepada orang lain sangatlah penting untuk penyembuhan Anda. Itu bergantung dari hal berikut: “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yakobus 5:16).

Anda tidak harus mengakuinya kepada pendeta, pastor, atau terapis untuk menaati Yakobus 5:16 (meskipun itu boleh-boleh saja). Anda hanya perlu seorang teman yang bisa Anda percaya.

Bila Anda menggunakan semua energi emosional Anda untuk menyimpan rapat-rapat masa lalu Anda, maka Anda hanya akan punya sedikit tenaga tersisa untuk menjalani hari ini. Terbukalah dengan rasa sakit terselubung Anda kepada seseorang. Katakan pada orang tersebut apa yang sakit. Dengan mengakuinya kepada Tuhan, diri Anda sendiri, serta orang lain, mungkin Anda akan menemukan tenaga yang selama ini tidak pernah Anda gunakan.

Renungkan hal ini:
– Apa rahasia masa lalu Anda yang sulit Anda ungkap?
– Mengapa begitu menakutkan untuk terbuka membahas atau mengingat kembali memori yang menyakitkan kepada Tuhan? Kepada diri kita sendiri? Kepada orang lain?
– Siapa seseorang yang kepadanya Anda dapat dengan jujur terbuka menceritakan rasa sakit di masa lalu Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 4-5; Efesus 3

Keterbukaan adalah awal dari pemulihan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Dikenal
    Matius 14:34-36
    Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit...
  • Rukun Itu Indah
    Mazmur 133
    Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! (Mzm. 133:1) “Rukun itu indah. Rukun itu indah....
  • Bukan Aku, Melainkan Allah
    Kejadian 41:14-36
    Yusuf menyahut Firaun: “Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun.” (Kej. 41:16) “Tuhan...
  • Ingatlah Untuk Berterima Kasih
    Kejadian 40:1-23
    Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya. (Kej. 40:23) “Terima kasih” adalah dua kata yang...
  • Kemurahan Allah
    Roma 9:14-29
    Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. (Rm. 9:16) Siapa...
Kegiatan