Gaya Mati Kristen

Adventus 2019, Hari Ketujuh

Belum ada komentar 30 Views

Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus–itu memang jauh lebih baik. (Flp. 1:23)

Gereja tampaknya terlalu sering berbicara mengenai “gaya hidup Kristen” (Christian life style), namun lupa mendidik warganya untuk memiliki sebuah “gaya mati Kristen” (Christian death style). Mati ternyata perlu bergaya pula, yaitu sebuah gaya yang sepadan dengan Dia yang telah mati bagi kita. Saya percaya, salah satu pelajaran seni mati yang terbaik adalah melambat (slowing down), sebab melaluinya kita menerima kematian sebagai bagian dari paket utuh menjadi manusia. Dan, sekali lagi, kita perlu belajar dari Kristus! (Labirin Kehidupan 2, Bab 9: Slowing Down)

#kutipanbukusaya #labirinkehidupan2 #adventus2019hariini

—————–

Selama masa Adventus ini saya akan secara teratur membagikan kutipan yang saya ambil dari setiap bab buku Labirin Kehidupan 2 yang akan segera terbit. Anda diundang untuk secara imajinatif dan imani mempertautkan kutipan ini dengan perenungan Adventus Anda secara pribadi. Kristus memberkati.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Dijaga Seperti Biji Mata
    Ulangan 32:1-10
    … Dikelilingi dan diawasi-Nya dia, dijaga-Nya seperti biji mata-Nya. (Ulangan 32:10b) Ada seseorang yang memiliki barang yang dianggapnya sangat...
  • Mencondongkan Hati Kepada Firman
    Mazmur 119:105-112
    Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mazmur 119:105) Pernahkah Saudara tersesat dalam kegelapan total? Mungkin saat...
  • ALLAH MENGASIHIMU
    Kejadian 29:31-35
    …”Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN.” Itulah sebabnya ia menamai anak itu Yehuda. (Kejadian 29:35) Ada orang yang...
  • Inisiatif Menjadi Sahabat
    Kejadian 29:1-14
    ..ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba Laban, saudara ibunya. (Kejadian...
  • BANGUNLAH, MARILAH!
    Kidung Agung 2:8-13
    Kekasihku mulai berbicara kepadaku, “Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!” (Kidung Agung 2:10) Seseorang yang jatuh cinta sanggup melakukan apa saja....