Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat, dan Natanael yang mempertanyakan klaim temannya. Saat ini, kita mungkin menganggap Filipus sebagai seorang yang konservatif, dan Natanael sebagai seorang yang liberal Jika penilaian Filipus tentang Yesus didasarkan pada sumber-sumber tradisional seperti Alkitab dan harapan agama. Maka Natanael, mendasarkan penilaiannya pada pengetahuan dan norma budayanya (yang diketahui semua orang), diperkuat oleh fakta-fakta pengalaman pribadinya. Natanael adalah seorang yang dianggap skeptis – sangat mirip dengan kebanyakan orang saat ini yang selalu bertanya “mana buktinya ?”.
Saudara, tidak ada yang salah dengan kedua tipe ini. Filipus yang lebih dulu menjumpai Yesus pun tidak ingin mendebat keraguan Natanael. la justru membawa temannya untuk berjumpa langsung dengan Yesus. Menariknya, Yesus yang melihat Natanael langsung berkata, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” (ay. 47). Kata Israel berarti Dia yang bergumut dengan Tuhan, dan Yesus mengetahui di balik sikap skeptis Natanael, ia adalah seorang pejuang. Natanael adalah orang yang bergumul menantikan Sang Mesias di tengah ketidakbaikan dunia. Ditambah, Yesus mengatakan bahwa la telah melihatnya di bawah pohon ara (ay. 48), sebuah ungkapan Yahudi yang menggambarkan seseorang yang mempelajari sabda Allah dan tempat yang biasa digunakan untuk berdoa. Artinya, Yesus sungguh memahami kerinduan Natanael akan harapan Sang Mesias akan datang. Pengenalan Yesus itulah yang membuat ia mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah yang selama ini dinantikannya. Lalu hal apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini?
Saudara, belajarlah dari Natanael, yang meragu dan mempertanyakan kehadiran Tuhan, namun tetap bergumul di dalam-Nya bahkan mintalah bukti jika itu untuk mempertahankan keyakinan dan iman kita. Belajarlah dari Filipus, yang tidak mendebat saat orang meragu melainkan yang berkata, “Mari dan lihatlah!” supaya semakin banyak orang mengalami Tuhan melalui kita. Dan biarlah Tuhan Yesus yang terus berkarya dan menyentuh setiap kita. Amin.
ANA
Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.