Filipus dan Natanael

Yohanes 1:43-51

Belum ada komentar 603 Views

Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat, dan Natanael yang mempertanyakan klaim temannya. Saat ini, kita mungkin menganggap Filipus sebagai seorang yang konservatif, dan Natanael sebagai seorang yang liberal Jika penilaian Filipus tentang Yesus didasarkan pada sumber-sumber tradisional seperti Alkitab dan harapan agama. Maka Natanael, mendasarkan penilaiannya pada pengetahuan dan norma budayanya (yang diketahui semua orang), diperkuat oleh fakta-fakta pengalaman pribadinya. Natanael adalah seorang yang dianggap skeptis – sangat mirip dengan kebanyakan orang saat ini yang selalu bertanya “mana buktinya ?”.

Saudara, tidak ada yang salah dengan kedua tipe ini. Filipus yang lebih dulu menjumpai Yesus pun tidak ingin mendebat keraguan Natanael. la justru membawa temannya untuk berjumpa langsung dengan Yesus. Menariknya, Yesus yang melihat Natanael langsung berkata, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” (ay. 47). Kata Israel berarti Dia yang bergumut dengan Tuhan, dan Yesus mengetahui di balik sikap skeptis Natanael, ia adalah seorang pejuang. Natanael adalah orang yang bergumul menantikan Sang Mesias di tengah ketidakbaikan dunia. Ditambah, Yesus mengatakan bahwa la telah melihatnya di bawah pohon ara (ay. 48), sebuah ungkapan Yahudi yang menggambarkan seseorang yang mempelajari sabda Allah dan tempat yang biasa digunakan untuk berdoa. Artinya, Yesus sungguh memahami kerinduan Natanael akan harapan Sang Mesias akan datang. Pengenalan Yesus itulah yang membuat ia mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah yang selama ini dinantikannya. Lalu hal apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini?

Saudara, belajarlah dari Natanael, yang meragu dan mempertanyakan kehadiran Tuhan, namun tetap bergumul di dalam-Nya bahkan mintalah bukti jika itu untuk mempertahankan keyakinan dan iman kita. Belajarlah dari Filipus, yang tidak mendebat saat orang meragu melainkan yang berkata, “Mari dan lihatlah!” supaya semakin banyak orang mengalami Tuhan melalui kita. Dan biarlah Tuhan Yesus yang terus berkarya dan menyentuh setiap kita. Amin.

ANA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...