Dimulai Dari Yang Kecil

Lukas 13:18-21

Belum ada komentar 1267 Views

“… Kerajaan Allah … seumpama biji sesawi … seumpama ragi ….” (Luk. 13:18-19, 21)

Pada permulaan abad pertama, orang-orang Kristen hanyalah sekelompok orang yang tidak memiliki akses pada kekuasaan, dan malah sering mengalami aniaya. Lalu, apa yang menyebabkan Konstantinus Agung (306-337 M) menetapkan agama Kristen sebagai agama negara di seluruh kekaisaran Romawi? Tampaknya, meskipun berjumlah sedikit, orang-orang Kristen pada masa itu telah memberikan dampak yang nyata.

Gambaran ini juga yang diungkapkan Yesus melalui perumpamaan biji sesawi dan ragi. Biji sesawi dapat tumbuh menjadi sebatang pohon dengan tinggi mencapai dua hingga hingga meter. Pohon ini sering dikerumuni burung karena buahnya memang sangat disukai burung. Pada masa itu, pohon besar dipahami sebagai simbol dari kerajaan besar. Bangsa- bangsa yang tunduk untuk mendapatkan perlindungan dan tempat berteduh di dalam kerajaan besar diumpamakan seperti burung-burung yang bernaung pada cabang-cabang pohon. Melalui perumpamaan ini, Yesus menjelaskan tentang Kerajaan Allah yang akan mengayomi seluruh umat manusia. Cara kerja Kerajaan Allah adalah seperti ragi. Meskipun kecil dan tidak terlihat, ragi dapat mengkhamirkan atau memengaruhi seluruh adonan. Begitu pula Kerajaan Allah bekerja secara senyap, tetapi berdampak sangat besar; memengaruhi semua.

Setiap orang percaya dapat mewujudkan Kerajaan Allah seperti biji sesawi dan ragi. Artinya, memberikan dampak secara nyata di dalam setiap bidang kehidupan. [Pdt. Lindawati Mismanto]

REFLEKSI:
Sekecil apa pun diri kita, setiap peran yang kita lakukan dengan penuh kasih dan ketaatan kepada Tuhan akan berdampak kebaikan.

Ayat Pendukung: Mzm. 39; Bil. 13:17-27; Luk. 13:18-21
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...