Curang

Mazmur 37:1-9

Belum ada komentar 34 Views

… jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang …. (Mzm. 37:1)

“Saya tidak mencontek, tetapi nilai saya buruk. Sedangkan murid yang mencontek nilainya bagus. Kalau begitu ulangan berikutnya saya juga akan mencontek, supaya nilai saya bagus.” Rasa iri terhadap keberhasilan orang lain walaupun didapat dengan cara curang muncul saat mendapati bahwa kejujuran yang dilakukan tampaknya sia-sia. Munculnya sikap iri hati juga menandakan bahwa kita kurang menghargai kejujuran yang kita miliki dan lebih mengejar hasil akhir,   walaupun harus diraih dengan berlaku curang.

 

Pemazmur menyadari perasaan iri seperti ini sering muncul dalam kehidupan umat. Karena itu pemazmur menasihatkan, “… jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang.” Iri hati terhadap orang yang curang adalah tindakan yang sia- sia, karena pada akhirnya orang yang berbuat curang akan mendapatkan hukuman. Tuhan akan bertindak terhadap orang-orang curang.

 

Yang perlu dikembangkan adalah penghargaan terhadap diri sendiri yang berlaku jujur. Walaupun hasil belum maksimal, setidaknya berlaku jujur membuat kita menjalani hidup tenang dan tenteram. Sedangkan orang yang berlaku curang tidak akan tenang hidupnya, sebab dibayang-bayangi hukuman yang akan ia terima atas perbuatannya. Tuhan tidak tinggal diam. Ia mengetahui setiap kecurangan yang dilakukan manusia. Karena itu, buanglah perasaan iri hati terhadap orang yang berlaku curang, sebab semua itu sia-sia. (Pdt. Henni Herlina)

 

DOA:

Tuhan, ajar kami untuk berlaku jujur dan tidak iri hati terhadap mereka yang jahat. Amin.

 

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menyambut Yang Berdosa
    Luk. 5:27-32
    Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai...
  • Allah Tidak Memandang Muka
    Galatia 2:1-10
    Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu – bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak...
  • Firman Allah, Bukan Pendapat Manusia
    Galatia 1:11-24
    Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus....
  • Kebahagiaan Dari Tuhan
    Yesaya 48:12-21
    “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah...
  • Persembahan Tidak Membawa Keselamatan
    Ibrani 10:1-4
    Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu...
Kegiatan