Cukuplah Kasih Karunia-Ku

Belum ada komentar 68 Views

Di zaman ini “sukses” adalah harapan sebagian besar manusia. Berbagai buku dan ajaran menawarkan sukses. Bukan hanya kiat-kiat menjadi orangtua yang sukses, atau tips bagi pemimpin yang sukses, bahkan ada pula teologia sukses.

Herannya, Tuhan justru menggunakan “kelemahan” Paulus untuk memperkenalkan diri-Nya. Baginya, melalui kelemahan, Paulus dapat mengalami kuasa Allah. Karena saat Paulus lemah, ia sendiri mengalami bagaimana Allah memberi kekuatan yang tidak dapat diupayakannya.

Melalui kelemahan, Paulus juga belajar arti kata cukup. Cukup berarti ia tidak membutuhkan apa-apa lagi. Seperti pemazmur yang mengatakan, “Tuhan adalah gembalaku, aku tidak mau apa-apa lagi (The Lord is my shepherd, I want nothing).”

Melalui kelemahan, Paulus juga belajar semakin rendah hati di saat banyak orang justru menikmati atau mendambakan ditinggikan. Bahkan Paulus mengatakan bahwa ia senang dan rela menjadi lemah.

Apakah kita masih berpikir bahwa kesenangan kita hanyalah saat kita sukses seperti yang kita baca dalam buku-buku kesuksesan? Ingat, kasih karunia Tuhan sudah cukup dengan Kematian-Nya, pengampunan-Nya, keselamatan-Nya. Mulailah belajar menyenangi dan rela menjadi lemah. Karena justru disitulah berkat Tuhan nyata bagi kita. Tuhan memberkati!

Riajos

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...