Cukuplah Kasih Karunia-Ku

Belum ada komentar 64 Views

Di zaman ini “sukses” adalah harapan sebagian besar manusia. Berbagai buku dan ajaran menawarkan sukses. Bukan hanya kiat-kiat menjadi orangtua yang sukses, atau tips bagi pemimpin yang sukses, bahkan ada pula teologia sukses.

Herannya, Tuhan justru menggunakan “kelemahan” Paulus untuk memperkenalkan diri-Nya. Baginya, melalui kelemahan, Paulus dapat mengalami kuasa Allah. Karena saat Paulus lemah, ia sendiri mengalami bagaimana Allah memberi kekuatan yang tidak dapat diupayakannya.

Melalui kelemahan, Paulus juga belajar arti kata cukup. Cukup berarti ia tidak membutuhkan apa-apa lagi. Seperti pemazmur yang mengatakan, “Tuhan adalah gembalaku, aku tidak mau apa-apa lagi (The Lord is my shepherd, I want nothing).”

Melalui kelemahan, Paulus juga belajar semakin rendah hati di saat banyak orang justru menikmati atau mendambakan ditinggikan. Bahkan Paulus mengatakan bahwa ia senang dan rela menjadi lemah.

Apakah kita masih berpikir bahwa kesenangan kita hanyalah saat kita sukses seperti yang kita baca dalam buku-buku kesuksesan? Ingat, kasih karunia Tuhan sudah cukup dengan Kematian-Nya, pengampunan-Nya, keselamatan-Nya. Mulailah belajar menyenangi dan rela menjadi lemah. Karena justru disitulah berkat Tuhan nyata bagi kita. Tuhan memberkati!

Riajos

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
  • Rasa Haus
    Air menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan. Banyak hal membutuhkan air. Mulai dari tubuh manusia sebagian besar terdiri...
  • Apa yang kita letakkan pertama?
    Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4-14; Matius 21:33-46
    “Selalu ada yang pertama untuk segalanya.” Apa anda pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, sebagian besar dari kita tentu akan...
  • Hidup Dalam Keramahan Dan Cinta
    Yehezkiel 18: 1-4, 25-32 Mazmur 25: 1-9 Filipi 2: 1-13. Matius 21: 23-32
    Perubahan ke arah yang lebih baik adalah dambaan semua orang. Saya yakin dan percaya bahwa semua orang, tanpa kecuali...
Kegiatan