BUNGA

Yesaya 40:1-11

Belum ada komentar 9 Views

“Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput.” (Yes. 40:7)

Di gereja kami, bunga mimbar sering kali adalah bunga asli, bunga hidup. Bunga-bunga itu dibeli di pasar Rawabelong, lalu dirangkai oleh tim dekorasi gereja. Sebuah busa berair ditaruh di bagian bawah rangkaian, agar bunga-bunga itu tetap segar sampai hari Minggu sore. Ada bunga yang tetap segar selama seminggu, tetapi rata-rata bunga itu akan mulai layu setelah 2-3 hari. Seindah apa pun bunga-bunga yang ada, kemudian akan menjadi layu dan harus dibuang.

Bagian kitab Yesaya ini menyerukan keselamatan untuk bangsa Israel yang berada dalam pembuangan. Penderitaan akan berakhir, kesalahan diampuni, hukuman telah cukup menjadi pelajaran. Karena itu, umat agar menyerukan keselamatan yang datang dari Tuhan, di mana Tuhan seperti seorang gembala yang menuntun umat. Dalam seruan ini, Israel diingatkan bahwa hidup manusia bagaikan rumput dan bunga yang sebentar saja. Firman Allahlah yang kekal.

Sehebat apa pun kehidupan seseorang, semuanya hanya sementara. Mungkin kita berjaya, sukses, memiliki banyak harta, terkenal, tetapi jika semuanya kita raih di luar Tuhan maka sia-sialah. Hidup kita bagaikan rumput dan bunga yang semaraknya hanya sebentar. Jika Tuhan menghembuskan angin maka semua kehebatan itu berakhir. Maka, dalam hidup yang fana ini, mari kita bergantung kepada yang kekal, yaitu firman Allah. Peganglah dan lakukanlah firman-Nya di dalam hidup kita sehari-hari. (Pdt. Novita Sutanto) 

DOA:

Tuhan, jadikan hidup kami ini berarti, sekalipun hidup ini sementara. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 72:1-7, 18-19; Yes. 40:1-11; Yoh. 1:19-28
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Allah Tidak Memandang Muka
    Galatia 2:1-10
    Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu – bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak...
  • Firman Allah, Bukan Pendapat Manusia
    Galatia 1:11-24
    Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus....
  • Kebahagiaan Dari Tuhan
    Yesaya 48:12-21
    “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah...
  • Persembahan Tidak Membawa Keselamatan
    Ibrani 10:1-4
    Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu...
  • Tekun Walau Kurang Mengerti
    Kisah Para Rasul 8:26-40
    Jawabnya: “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di...
Kegiatan