kehidupan

Buku Kehidupan

Wahyu 21:10, 22-22:5

Belum ada komentar 164 Views

Di dalam Wahyu 21:27 muncul sebuah ungkapan yang muncul di dalam Yudaisme dan Kekristenan, yaitu “Kitab Kehidupan.” Dalam bahasa Ibrani ia disebut Sefer HaChaim, sedang dalam bahasa Yunani disebut Biblion tēs Zōēs. Godaan terbesar kita dalam memaknai ungkapan ini adalah dengan memahami nasib tiap-tiap orang yang sudah ditakdirkan untuk selamat atau celaka. Akan tetapi pemahaman semacam itu tampaknya mudah sekali mengurangi makna utamanya, khususnya di dalam Wahyu 21 dan 22. Sebab, di dalam dua pasal ini, Kitab Kehidupan dipergunakan dalam konteks pewartaan mengenai Allah yang berkarya dan yang dengan inisiatif-Nya memperbarui seluruh ciptaan. Karya pembaruan itu memiliki beberapa watak yang gamblang. Pertama, ia adalah inisiatif sepenuhnya dari Allah. Kedua, ia bersifat menyeluruh dan paripurna. Tidak ada realitas baru apa pun yang berlawanan dengan kehendak Allah. Ketiga, realitas tersebut berpusat pada relasi yang intim antara Pencipta dan ciptaan. Tidak ada realitas baru yang berada di luar Allah.

Ketiga watak dasar itu dengan sangat indah dipaparkan di dalam bacaan kita. Kita sebagai ciptaan diundang untuk mempercayainya dan menerima saja apa yang telah, sedang, dan akan Allah kerjakan. Mempercayai dan menerima karya ilahi tersebut melampaui batas-batas keagamaan dan gerejawi. Artinya, kita diperkenankan merasakan keselamatan penuh itu bukan karena kita beragama. Itu sebabnya, di dalam realitas baru itu, agama atau gereja tak dibutuhkan lagi. Simaklah, misalnya, kesaksian Wahyu 21:22, “Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnnya; sebab Allah, Tuhan yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.”

Dalam konteks semacam itulah “Kitab Kehidupan” muncul, bukan sebagai sebuah kitab kesombongan bagi mereka yang mampu menyelamatkan diri, atau kitab ketakutan bagi mereka yang merasa tak dapat terselamatkan. Ia adalah sebuah kitab kegembiraan, bahwa Allah yang memperbarui seluruh ciptaan secara paripurna itu adalah Allahku secara personal. Aku tidak luput dari rengkuhan cinta Allah. Itu sebabnya, namaku ada di dalam Kitab Kehidupan.

Ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kerajaan Allah: Bukan Lokasi dan Situasi
    Lukas 4:16-21, Lukas 11:11-13
    Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Lk. 4:21) Kerajaan Allah...
  • Kembali ke Kilometer Nol
    Yeremia 6:16, Yohanes 3:5-8
    Beginilah firman TUHAN: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik,...
  • (Tak) ‘Ku Tahu ‘Kan Hari Esok
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan...
  • Melampaui Usia, Menggugah Karya
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Tahukah Saudara arti kata ageisme? Ageisme atau ageism (dibaca : agis) adalah diskriminasi berdasarkan usia. Mungkin kita tidak familier...
  • Melampaui Stigma, Mencipta Persahabatan
    Setiap perjumpaan selalu melahirkan kesan baik yang positif maupun negatif. Kesan-kesan itu berkumpul, berkelindan, dan melekat sedemikian rupa sehingga...