Bukan Basa-Basi

Wahyu 3:7-13

1 Komentar 48 Views

Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. (Why. 3:10)

Tahun 2018, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII. Saat itu, pemerintah Indonesia menjanjikan bonus uang sebesar satu setengah milyar rupiah untuk setiap medali emas yang diraih atlet Indonesia. Janji itu bukan basa-basi. Janji itu ditepati. Tiga puluh satu pahlawan medali emas Indonesia yang tekun dan setia saat berlatih telah menerima dan menikmati janji tersebut. Kalau manusia bisa menepati janji, apalagi Allah.

Bacaan Alkitab hari ini berbicara tentang janji Allah kepada jemaat di Filadelfia. Allah berjanji untuk melindungi mereka dari masa kesusahan. Janji itu disampaikan karena mereka setia menaati perintah Allah dan tekun menantikan Dia. Allah tahu betul apa yang mereka lakukan. Allah tahu kekuatan jemaat Filadelfia tidak seberapa. Jumlahnya sedikit dan mereka mengalami tekanan dari beberapa pendusta jemaat Iblis yang menyangkal Tuhan. Namun, iman mereka teguh kepada Kristus. Karena itu, Allah berpihak pada mereka. Janji Allah nyata menghibur, menguatkan, memelihara, dan melindungi mereka walau dalam pencobaan.

Pergumulan, kesulitan, masalah, bahkan keterbatasan apa pun, bukanlah alasan untuk menyangsikan janji penyertaan Allah. Sebagaimana kepada jemaat Filadelfia, Dia berjanji segera datang, janji itu berlaku juga bagi setiap orang percaya. Cukup taat melakukan perintah-Nya, tekun, dan sabar menantikan Dia, maka pertolongan-Nya akan kita alami. Janji Allah tidak pernah mengecewakan. [Pdt. Norita Yudiet Tompah]

REFLEKSI:
Allah tidak pernah basa-basi menepati janji-Nya, karena itu percayalah pada janji penyertaan Allah dengan tidak basa-basi.

Ayat Pendukung: Mzm. 83:1-4, 13-18; Kel. 5:1-6:13; Why. 3:7-13
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

1 Comment

  1. Lula Bagus

    Saya baru pertama kali memaksakan diri membuka ibadah on-line GKI PI. Karena secara pribadi saya memang orang yang lebih senang ibadah dalam perjumpaan bersama orang lain di dalam ruangan gereja.

    Pagi ini pk 04.00 WIB saya mencobanya untuk mengalahkan pikiran saya. Tetap kurang rasanya tidak ada tatap muka langsung dan terasa jadi ibadah nyambi ngetik di WA. Terus terang. Jadi tidak khusuk.

    Saya berdoa semoga apa yang dituliskan dalam kitab Habakuk 3, tentang penyakit sampar dan demam yang sudah nyata ada pada zaman itu bahkan saat ini kita mengalaminya dengan C19 ini. Bukanlah membuat kita manusia menjadi kecil hati dan bahkan takuuuut bergerak untuk membuka gedung gereja sebagai tempat ibadah tanpa jam ibadah.

    Usul, biarkan gedung gereja terbuka bagi umat yang ingin menggunakannya untuk berdoa pribadi. Anggap saja, kita berpikiran positif, bahwa gedung gereja sama manfaatnya seperti rumah sakit, mesjid atau pun mushola yang membuat orang untuk lebih merasa nyaman beribadah tanpa jam ibadah sehari 4 x pada hari minggu.

    AC dimatikan, jendela dibuka.

    Sangguhkah?

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tak Gentar Oleh Ketakutan
    Ayub 39:13-25
    Ia menertawakan kedahsyatan dan tak pernah ketakutan; ia pantang mundur menghadapi pedang. (Ayub 39:25) Bayangkanlah seekor kuda perang dalam...
  • Suara Tuhan Di Tengah Badai
    Mazmur 29
    Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak. (Mazmur 29:4) Bayangkanlah sebuah kapal kecil di tengah laut lepas. Awan...
  • Meneguhkan Orang Yang Ragu
    Matius 28:16-20
    Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata..(Matius 28:17-18a) Merasa ragu adalah hal...
  • Tindakan Yang Lahir Dari Kasih
    Yohanes 14:15-17
    Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-perintah-Ku (Yohanes 14:15) Celia, seorang ibu dengan dua anak remaja, jatuh sakit....
  • Ketika Tuhan Bertanya
    Ayub 38:12-21
    Engkaukah yang turun sampai ke sumber laut, atau berjalan-jalan di dasar samudra dalam? (Ayub 38:16) Saat mengalami pergumulan, mungkin...