Bukan Aku, Melainkan Allah

Kejadian 41:14-36

Belum ada komentar 1491 Views

Yusuf menyahut Firaun: “Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun.” (Kej. 41:16)

“Tuhan pun tidak akan mampu menenggelamkan kapal ini!” Ungkapan penuh kesombongan itu dikatakan pemilik kapal Titanic, kapal terbesar di awal abad ke-20. Kapal Titanic memiliki teknologi tercanggih saat itu dan mampu mengangkut 3000 penumpang dari Inggris ke Amerika Serikat. Tetapi, di malam yang dingin, di pelayaran perdananya, kapal ini menabrak sebuah gunung Es. Kapal besar ini pun tenggelam membawa ribuan penumpangnya.

Yusuf tidak menjadi sombong dan tinggi hati karena kemampuan yang dimilikinya. Itu terlihat ketika ia bertemu dan berbicara dengan Firaun yang gelisah dengan mimpinya. Perjumpaan Yusuf dan Firaun terjadi setelah juru minuman raja akhirnya mengingat kebaikan Yusuf dan kemampuannya. Juru minuman menceritakan Yusuf kepada Firaun, sehingga Yusuf pun dipanggil oleh Firaun dan ditanyai tentang kemampuannya mengartikan mimpi. Yusuf menjawab dengan rendah hati: “Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah ….” Bagi Yusuf, kemampuannya itu tidak berasal dari dirinya sendiri, tetapi dari Allah yang selalu menyertainya dan mengaruniainya hikmat sehingga ia beroleh pengertian untuk menyingkapkan mimpi. Maka, tidak ada yang dapat disombongkan Yusuf di hadapan manusia.

Orang yang rendah hati akan selalu mengingat Penciptanya. Ia akan menyadari bahwa keberadaannya, kemampuannya dan segala yang dimilikinya ia dapat karena anugerah Allah; karena Allah memberkatinya. [Pdt. Eko Priliadona Susetyo]

DOA:
Ajar kami untuk selalu rendah hati dengan apa yang kami miliki, karena semuanya berasal dari-Mu ya, Tuhan.

Ayat Pendukung: Mzm. 133; Kej. 41:14-36; Why. 15:1-4
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • BANGUNLAH, MARILAH!
    Kidung Agung 2:8-13
    Kekasihku mulai berbicara kepadaku, “Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!” (Kidung Agung 2:10) Seseorang yang jatuh cinta sanggup melakukan apa saja....
  • Terbuka Pada Perubahan
    Matius 11:16-19, 25-30
    Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28) Seorang pengrajin kayu...
  • Jadi Kecil Di Hadapan Allah
    Lukas 10:21-24
    …karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (Lukas 10:21)...
  • Patuh Tetapi Salah
    Kejadian 27:1-17
    Sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu. (Kejadian 27:8) Pernahkah Saudara menghadapi situasi ketika orang terdekat menyarankan hal...
  • Melupakan Hidup Lama
    Mazmur 45:10-17
    Dengarlah, hai Putri, lihatlah, dan pasanglah telingamu, lupakanlah bangsamu dam seisi rumah ayahmu! (Mazmur 45:11) Pernahkah Saudara menyaksikan resepsi...