Bukan Aku, Melainkan Allah

Kejadian 41:14-36

Belum ada komentar 1498 Views

Yusuf menyahut Firaun: “Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun.” (Kej. 41:16)

“Tuhan pun tidak akan mampu menenggelamkan kapal ini!” Ungkapan penuh kesombongan itu dikatakan pemilik kapal Titanic, kapal terbesar di awal abad ke-20. Kapal Titanic memiliki teknologi tercanggih saat itu dan mampu mengangkut 3000 penumpang dari Inggris ke Amerika Serikat. Tetapi, di malam yang dingin, di pelayaran perdananya, kapal ini menabrak sebuah gunung Es. Kapal besar ini pun tenggelam membawa ribuan penumpangnya.

Yusuf tidak menjadi sombong dan tinggi hati karena kemampuan yang dimilikinya. Itu terlihat ketika ia bertemu dan berbicara dengan Firaun yang gelisah dengan mimpinya. Perjumpaan Yusuf dan Firaun terjadi setelah juru minuman raja akhirnya mengingat kebaikan Yusuf dan kemampuannya. Juru minuman menceritakan Yusuf kepada Firaun, sehingga Yusuf pun dipanggil oleh Firaun dan ditanyai tentang kemampuannya mengartikan mimpi. Yusuf menjawab dengan rendah hati: “Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah ….” Bagi Yusuf, kemampuannya itu tidak berasal dari dirinya sendiri, tetapi dari Allah yang selalu menyertainya dan mengaruniainya hikmat sehingga ia beroleh pengertian untuk menyingkapkan mimpi. Maka, tidak ada yang dapat disombongkan Yusuf di hadapan manusia.

Orang yang rendah hati akan selalu mengingat Penciptanya. Ia akan menyadari bahwa keberadaannya, kemampuannya dan segala yang dimilikinya ia dapat karena anugerah Allah; karena Allah memberkatinya. [Pdt. Eko Priliadona Susetyo]

DOA:
Ajar kami untuk selalu rendah hati dengan apa yang kami miliki, karena semuanya berasal dari-Mu ya, Tuhan.

Ayat Pendukung: Mzm. 133; Kej. 41:14-36; Why. 15:1-4
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Bahagia Karena Menemukan Makna
    Matius 13:10-17
    Namun, berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. (Matius 13:16) Budi termenung. Langit senja seolah melukiskan kerinduan dalam...
  • Kasih Bagi Yang Rentan
    Yeremia 49:7-11
    “Tinggalkanlah anak-anak yatimmu, Aku akan menghidupi mereka; biarlah janda-jandamu menaruh kepercayaan pada-Ku!” (Yeremia 49:11) Seorang konglomerat besar yang merasa...
  • Tidak Sendirian
    Mazmur 142
    Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku, “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang hidup!” (Mazmur 142:6) Semua orang, dalam...
  • Bukan Sekadar Mengaminkan
    Matius 13:1-9, 18-23
    “Yang ditaburkan di tanah yang baik artinya orang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada...
  • Tidak Tinggal Dalam Gelap
    Yohanes 12:44-50
    Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku jangan tinggal di dalam kegelapan....