Buah Roh: Murah Hati

Buah Roh: Murah Hati

Belum ada komentar 81 Views

Ada 2 prinsip mengenai murah hati:

Di satu sisi, Sumber Kemurahatian adalah dari Kristus. Kristus telah mati karena kesalahan-kesalahan kita. Tetapi juga memberikan tempat kepada kita untuk diam bersama Dia di sorga. Saya membayangkan seperti kita mendapatkan sebuah kemustahilan dalam hidup, tentu kita sangat bersukacita dan bersyukur setiap kali mengingatnya. Sehingga apapun hal buruk yang tidak terlalu penting bagi kita, tidak menghalangi syukur dan sukacita itu.

Seorang ibu berkata kepada saya, “Dokter mengatakan bahwa kehamilan adalah mujizat. Namun kehamilan saya juga adalah mujizat dari sebuah rahim yang tidak mungkin mendapatkan anak.” Itu sebabnya, seperti apapun ulah anaknya, ia tetap memerlakukan anaknya itu dengan sangat baik. Mujizat mendapatkan seorang anak membuat dia tidak memusingkan dan patah semangat saat menghadapi kesulitan dalam membesarkannya.

Apalagi saat Kristus menghapus dosa kita sebagai orang berdosa. Kemurahatian Kristus merupakan hadiah yang sangat besar bagi kita. Sehingga apapun kesulitan hidup kita, kita tetap dapat merasa kaya. Ya, kaya akan anugerah Tuhan!

Di sisi lain, KITALAH SALURAN MURAH HATI BAGI SESAMA. Jika sumber murah hati kita adalah Kristus maka kita akan sebanyak-banyaknya bermurah hati kepada sesama. Apalah gunanya Daud memerhatikan Mefiboset. Seorang yang tidak ada kaitan dengan darah dagingnya dan Alkitab mencatat ia cacat kakinya. Walaupun secara politis Mefiboset masih keturunan dari Raja Saul (Raja Israel sebelum Raja Daud), namun sesungguhnya pesan dari kisah ini adalah kemurahatian Tuhan melalui Daud membuat sebuah keluarga yang “terlupakan” dalam silsilah kerajaan, diberdayakan lagi. Ya, Daud membuat keluarga Mefiboset menjadi produktif karena warisan Raja Saul diteruskan kepada mereka.

Saudara, adakah orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam hidup saudara, yang perlu saudara berdayakan? Tanpa saudara, mereka tetap seperti sekarang ini. Tetapi jika saudara mau Roh Kudus bekerja melalui saudara, dimana saudara bersedia menjadi saluran kemurahatian Tuhan, mereka akan menjadi lebih baik, lebih maju dan lebih produktif. Istilahnya, lebih berkarya bagi Tuhan dan sesama. Inikah saatnya…

 

RJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...