Buah Roh: Murah Hati

Buah Roh: Murah Hati

Belum ada komentar 88 Views

Ada 2 prinsip mengenai murah hati:

Di satu sisi, Sumber Kemurahatian adalah dari Kristus. Kristus telah mati karena kesalahan-kesalahan kita. Tetapi juga memberikan tempat kepada kita untuk diam bersama Dia di sorga. Saya membayangkan seperti kita mendapatkan sebuah kemustahilan dalam hidup, tentu kita sangat bersukacita dan bersyukur setiap kali mengingatnya. Sehingga apapun hal buruk yang tidak terlalu penting bagi kita, tidak menghalangi syukur dan sukacita itu.

Seorang ibu berkata kepada saya, “Dokter mengatakan bahwa kehamilan adalah mujizat. Namun kehamilan saya juga adalah mujizat dari sebuah rahim yang tidak mungkin mendapatkan anak.” Itu sebabnya, seperti apapun ulah anaknya, ia tetap memerlakukan anaknya itu dengan sangat baik. Mujizat mendapatkan seorang anak membuat dia tidak memusingkan dan patah semangat saat menghadapi kesulitan dalam membesarkannya.

Apalagi saat Kristus menghapus dosa kita sebagai orang berdosa. Kemurahatian Kristus merupakan hadiah yang sangat besar bagi kita. Sehingga apapun kesulitan hidup kita, kita tetap dapat merasa kaya. Ya, kaya akan anugerah Tuhan!

Di sisi lain, KITALAH SALURAN MURAH HATI BAGI SESAMA. Jika sumber murah hati kita adalah Kristus maka kita akan sebanyak-banyaknya bermurah hati kepada sesama. Apalah gunanya Daud memerhatikan Mefiboset. Seorang yang tidak ada kaitan dengan darah dagingnya dan Alkitab mencatat ia cacat kakinya. Walaupun secara politis Mefiboset masih keturunan dari Raja Saul (Raja Israel sebelum Raja Daud), namun sesungguhnya pesan dari kisah ini adalah kemurahatian Tuhan melalui Daud membuat sebuah keluarga yang “terlupakan” dalam silsilah kerajaan, diberdayakan lagi. Ya, Daud membuat keluarga Mefiboset menjadi produktif karena warisan Raja Saul diteruskan kepada mereka.

Saudara, adakah orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam hidup saudara, yang perlu saudara berdayakan? Tanpa saudara, mereka tetap seperti sekarang ini. Tetapi jika saudara mau Roh Kudus bekerja melalui saudara, dimana saudara bersedia menjadi saluran kemurahatian Tuhan, mereka akan menjadi lebih baik, lebih maju dan lebih produktif. Istilahnya, lebih berkarya bagi Tuhan dan sesama. Inikah saatnya…

 

RJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Menjadi Gereja Responsif
    Kisah Para Rasul 6: 1-7
    Seorang ibu pernah bercerita mengenai pengalamannya melahirkan anak pertama. Ketika proses kelahiran usai, respon awal sang bayi adalah hal...
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...