Buah Roh: Murah Hati

Buah Roh: Murah Hati

Belum ada komentar 156 Views

Ada 2 prinsip mengenai murah hati:

Di satu sisi, Sumber Kemurahatian adalah dari Kristus. Kristus telah mati karena kesalahan-kesalahan kita. Tetapi juga memberikan tempat kepada kita untuk diam bersama Dia di sorga. Saya membayangkan seperti kita mendapatkan sebuah kemustahilan dalam hidup, tentu kita sangat bersukacita dan bersyukur setiap kali mengingatnya. Sehingga apapun hal buruk yang tidak terlalu penting bagi kita, tidak menghalangi syukur dan sukacita itu.

Seorang ibu berkata kepada saya, “Dokter mengatakan bahwa kehamilan adalah mujizat. Namun kehamilan saya juga adalah mujizat dari sebuah rahim yang tidak mungkin mendapatkan anak.” Itu sebabnya, seperti apapun ulah anaknya, ia tetap memerlakukan anaknya itu dengan sangat baik. Mujizat mendapatkan seorang anak membuat dia tidak memusingkan dan patah semangat saat menghadapi kesulitan dalam membesarkannya.

Apalagi saat Kristus menghapus dosa kita sebagai orang berdosa. Kemurahatian Kristus merupakan hadiah yang sangat besar bagi kita. Sehingga apapun kesulitan hidup kita, kita tetap dapat merasa kaya. Ya, kaya akan anugerah Tuhan!

Di sisi lain, KITALAH SALURAN MURAH HATI BAGI SESAMA. Jika sumber murah hati kita adalah Kristus maka kita akan sebanyak-banyaknya bermurah hati kepada sesama. Apalah gunanya Daud memerhatikan Mefiboset. Seorang yang tidak ada kaitan dengan darah dagingnya dan Alkitab mencatat ia cacat kakinya. Walaupun secara politis Mefiboset masih keturunan dari Raja Saul (Raja Israel sebelum Raja Daud), namun sesungguhnya pesan dari kisah ini adalah kemurahatian Tuhan melalui Daud membuat sebuah keluarga yang “terlupakan” dalam silsilah kerajaan, diberdayakan lagi. Ya, Daud membuat keluarga Mefiboset menjadi produktif karena warisan Raja Saul diteruskan kepada mereka.

Saudara, adakah orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam hidup saudara, yang perlu saudara berdayakan? Tanpa saudara, mereka tetap seperti sekarang ini. Tetapi jika saudara mau Roh Kudus bekerja melalui saudara, dimana saudara bersedia menjadi saluran kemurahatian Tuhan, mereka akan menjadi lebih baik, lebih maju dan lebih produktif. Istilahnya, lebih berkarya bagi Tuhan dan sesama. Inikah saatnya…

 

RJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...