BERSYUKUR

Mazmur 30

Belum ada komentar 45 Views

… supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu dan jangan berdiam diri. TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu. (Mzm. 30:13)

Ketika kita berjalan-jalan di Taman Hutan Raya Juanda, Bandung, kita dapat menemukan salah satu gua peninggalan Belanda dari tahun 1912. Gua itu berbentuk terowongan sepanjang 144 meter, menembus bukit. Tidak ada lampu di dalamnya. Ketika masuk gua, kita harus membawa senter. Hal ini memunculkan rasa deg-degan, takut, khawatir. Orang yang tidak menyukai tempat gelap dan sempit bisa jadi akan dilanda panik. Tetapi, ketika melihat cahaya di pintu keluar, lenyaplah semua rasa takut, khawatir dan panik; yang ada hanyalah sukacita karena dapat melalui terowongan itu.

Sukacita karena keluar dari keadaan yang penuh pergumulan dan perjuangan, dirasakan juga oleh Pemazmur. Sakit penyakit membawa Pemazmur berada di ambang maut, membuatnya takut dan hilang harapan. Tetapi, ia dapat melaluinya karena Tuhan menolongnya. Tuhan tidak membiarkan Pemazmur bergumul sendiri. Tuhan berbelas kasih padanya. Pemazmur menyadari ia tidak layak di hadapan Tuhan, karena segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukannya. Namun, ketika ia menyesal dan mengakui kesalahannya, Tuhan berbalik dari murka-Nya dan menunjukkan kasih serta melepaskannya dari maut.

Pemazmur bersyukur karena dilepaskan dari maut, juga karena kemurahan dan kasih setia Tuhan yang hadir dalam hidupnya. Mari kita pun bersyukur atas segala kebaikan dan kasih setia Tuhan bagi kita, serta pengalaman hidup bersama-Nya. [Pdt. Henni Herlina]

DOA:
Terima kasih untuk setiap pengalaman hidup yang membuat kami melihat kasih-Mu yang besar, ya Tuhan. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 30; Rat. 1:16-22; 2Kor. 7:2-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Rumah Doa
    Lukas 19:45-48
    Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun. (Luk. 19:46) Di sepanjang pelayanan-Nya,...
  • Jangan Keras Kepala
    “Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti...
  • Roh Di Dalammu Lebih Besar
    1 Yohanes 4:1-6
    Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu...
  • Menilai Zaman
    Matius 24:15-27
    “Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” (Luk. 12:56)...
  • Jangan Terkecoh
    Matius 24:15-27
    “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya...