Bersukacitalah Dengan Orang Yang Bersukacita, Dan Menangislah  Dengan Orang Yang Menangis

Bersukacitalah Dengan Orang Yang Bersukacita, Dan Menangislah Dengan Orang Yang Menangis

2 Komentar 338 Views

Nama saya Yulianto – demikian kalimat pertama yang terungkap dari seorang berperawakan agak subur dengan tinggi badan sekitar 1,60 an, berumur sekitar 40 an lebih, mengenakan kaos kuning bertuliskan PRAY dengan celana pendek jeans warna biru dan yang menarik wajah yang terkombinasi antara sukacita, menangis dan kegelisahan. “Saya bukan siapa-siapa, kalau tangan Tuhan tidak menolong hidupku. Ia yang punya kehidupan ini, telah memberikan beban, eh salah bukan beban tapi lebih pada memberi kesempatan untuk ambil bagian dalam pelayanan-Nya bagi bangsa dan Negara ini dan bukan hanya sebagai pemerhati, pendengar atau penonton di ibadah pada hari minggu. Do something (lakukan sesuatu) bagi yang lain,. Bersukacitalah  dengan orang yang bersukacita dan menangislah dengan orang yang menangis.”

Perjumpaan dengan Tuhan telah mendorong pak Yulianto yang juga seorang pengusaha muda, mendirikan “Kampoeng Kids” yaitu tempat belajar, bermain dan bekerja, khususnya bagi anak-anak yatim piatu atau yang tidak mampu membiayai sekolahnya. Mereka adalah anak-anak remaja (SMA) dari berbagai latar belakang budaya dan agama. Keterbukaan dan kepedulian pak Yulianto, mengingatkan pada visi dan misi GKI Pondok Indah yang saat ini memasuki usia ke – 27  yaitu sebagai jemaat yang hidup, terbuka, partisipatif dan peduli.

Dengan pertolongan Tuhan, jemaat GKIPI telah melakukan berbagai pelayanan “bagi yang lain”,  namun kenyataan di sekitar kita masih banyak  orang yang perlu mendapatkan perhatian. Dalam rasa syukur, mari merenung kembali atas kesempatan yang Tuhan berikan kepada setiap jemaat untuk melakukan pelayanan kepedulian dengan mengikis “budaya egoisme” dan menggantinya dengan “budaya peduli” bagi yang lain.
(TT)

2 Comments

  1. Pdt.Dr.Heryanto

    Saya sangat terggugah atas pemikiran dan pelayanan sdr/Bapak Yulianto. Saya berdoa supaya sdr/Bapak Yulianto tetap diberikan Kemampuan Dan hikmat dari Tuhan kita Yesus Kristus sehingga dapat memaksimalkan pelayanan Injil secara maksimal untuk memuliakan Tuhan Yesus Kristus.

  2. NOVI

    khotbahnya sungguh memberkati

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...