Berhikmat dalam Roh Kudus

Berhikmat dalam Roh Kudus

Belum ada komentar 84 Views

Membuat keputusan yang benar adalah kerinduan setiap orang. Setiap orang berusaha agar keputusannya mendatangkan kebaikan dalam hidupnya. Resiko-resiko yang akan dihadapi menjadi bahan pertimbangan seseorang dalam mengambil keputusan. Semakin beresiko tinggi keputusan itu maka semakin kita menghindarinya. Banyak hal yang menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Pertanyaannya apakah kita pun mempertimbangkan dalam kaca mata iman kita bukan sekedar soal untung rugi bagi diri kita sendiri?

Yusuf telah bertetapan hati untuk menceraikan Maria karena baginya ini adalah keputusan yang terbaik bagi semua pihak (dirinya dan juga Maria?). Dalam kisah ini kita melihat bahwa kadang kala yang terbaik bagi manusia menjadi sebuah kesalahan besar pada saat dibawa ke terang kehendak Allah. Yusuf pun diingatkan untuk tidak mengambil keputusan yang telah dipikirkannya. Allah menyatakan maksud-Nya kepada Yusuf. Yusuf bersedia mengubah keputusannya karena ia mempercayai Allah yang memberikan yang terbaik walau pun itu belum dilihat dan dirasakannya (juga Maria) saat itu.

Kehidupan memberikan kesempatan bagi kita untuk membuat keputusan. Kiranya setiap hari dalam setiap keputusan yang kita buat, kita tidak melupakan untuk memberi waktu untuk melihatnya dalam kaca mata iman. Memberi waktu untuk mengerti dan mencerna kehendak Allah dalam hidup kita. Memberi waktu untuk memiliki keberanian menghadapi segala resiko, bahkan ketika keputusan itu tampaknya tidak populer sekalipun. Mempercayai hidup dalam rahmat Allah, mempercayakan kuasa Roh Allah bekerja, maka kita akan membuktikan bahwa rancangan Allah adalah rancangan damai sejahtera. Selamat mengambil keputusan dalam hikmat Allah, Roh Kudus menolong kita

 

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...